apahabar.com
BPBD Barut, Kalimantan Tengah membagikan masker kepada pengguna jalan di Jalan Temanggung Surapati simpan Anem, mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan,  Kamis (12/09). Foto – apahabar.com/Muhammad Nasution 

apahabar.com, MUARA TEWEH – Kabut asap semakin tebal dan sudah dirasakan kualitas udara tidak sehat, hal itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah berinisiatif membagikan masker kepada masyarakat terutama pengguna jalan.

Kepala BPBD Barut, Gazali Montallatua melalui Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan, Rijali Hadi kepada apahabar.com mengatakan, pembagian Masker ini atas inisiatif dari BPBD karena melihat situasi dan kondisi udara yang dirasakan semakin tidak bersahabat sejak beberapa hari belakangan ini.

“Sudah 4000 Masker kami bagikan untuk hari ini, dan masih ada 6000 lagi yang siap dibagikan,” kata Rijali, Kamis (12/09).

Menurutnya, ada beberapa titik yang dianggap cukup strategis dalam pembagian masker bagi pengguna jalan, baik pengendara roda dua dan juga roda empat seperti, di simpang Anem, Bundaran Bupati, Bundaran Buah, Pasar Bebas Banjir dan Pasar Pondopo.

“Tempat ini selain jalan protokol juga tempat umum yang selalu padat karena aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Dikatakan Rijali, pihaknya memang pernah berkoordinasi dengan BMKG Beringin, Barut, namun alat untuk mendeteksi kualitas udara dalam keadaan rusak sehingga tidak diketahui bagaimana kadar dan kualitasnya.

“Namun melihat keadaan udara dan asap yang semakin tebal maka pihak akhirnya berinisiatif untuk melakukan kegiatan bagi-bagi masker baik kepada pengguna jalan maupun warga yang membutuhkan nya,” tandasnya.

Sementara, Wandi salah satu warga Muara Teweh mengatakan, sejak beberapa hari ini asap tebal sudah menyelimuti kabupaten ini, dan belum ada peringatan dari pemerintah maupun instansi/ badan terkait terhadap kualitas udara,  sehingga masyarakat kebanyakan masih tidak menggunakan masker saat bepergian.

“Dengan dibagikannya masker oleh BPBD Barut tersebut saya sangat mengapresiasi karena dinilai positif bagi kesehatan masyarakat di daerah ini,” katanya.

Dia juga berharap ada dinas atau instansi terkait lainnya melakukan hal yang sama tanpa harus menunggu pemberitahuan dari BMKG bahwa udara berbahaya atau sangat berbahaya baru bagi masker.

“Karena saat pembagian masker apabila status udara berbahaya sudah diumumkan takutnya sudah terlambat dan sudah banyak penderita Ispa di rumah sakit,” pungkasnya.

Baca Juga: Partisipasi Jaga Fasilitas Umum di Barito Utara Masih Rendah

Baca Juga: Diminta Uang Belanja, Seorang Suami di Muara Teweh Ancam Bakar Rumah

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor