Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama Demo RUU HIP, 38 Ormas Terjunkan Massa di Banjarmasin




Home Kalteng

Jumat, 20 September 2019 - 11:11 WIB

Kapolda Tegaskan Karhutla Kalteng Bukan karena Faktor Alam

Redaksi - Apahabar.com

Kapolda Kalteng Irjen Ilham Salahudin. Foto-apahabar.com/Wiraharja

Kapolda Kalteng Irjen Ilham Salahudin. Foto-apahabar.com/Wiraharja

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Irjen Ilham Salahudin menegaskan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng bukan semata akibat faktor alam.

Kapolda Kalteng itu mengatakan pada umumnya Karhutla disebabkan oleh manusia.

“Ketika mereka telah membakar hutan dan lahan, maka terjadilah bara api yang meluas dan akan sulit untuk dipadamkan. Harus menunggu turun hujan deras,” kata kapolda dalam kunjungannya ke Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (20/09) siang.

Kapolda mengatakan bahaya kabut asap akibat karhutla sudah sangat mengganggu kesehatan.

“Lalu sekarang apa yang kita lakukan. Kita segenap komponen bangsa yang ada di sini harus bahu membahu memadamkan Karhutla. Karena memadamkan karhutla bukan hanya tugas Polri tapi semua harus ikut terlibat,” jelas dia.

Baca juga :  Tiba di Palangka Raya, Presiden Langsung ke Kapuas Gunakan Helikopter Lama

Kapolda mengimbau masyarakat untuk menghentikan upaya-upara pembakaran lahan.

“Pikirkan lingkungan kesehatan kita, keluarga, anak cucu kita, dan juga hewan-hewan kita,” jelas jenderal bintang dua itu.

Kapolda memastikan polisi akan bertindak proporsinal dalam upaya pemadaman. Termasuk profesional dalam penindakan pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Tindakan kepada perorangan bukan melihat apa tujuannya, tapi kita melihat dampaknya,” tegas kapolda.

Baca juga :  Sukamara Kokoh di Zona Hijau, Lamandau Nihil Tambahan Covid-19

Untuk diketahui, peningkatan status Karhutla telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalteng.

Per 18 September kemarin, status karhutla naik menjadi tanggap darurat.

Status itu guna mempermudah penanggulangan karhutla dan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada warga.

Baca Juga: Pemprov Kalteng Siap Evakuasi Masyarakat dari Bahaya Karhutla

Baca Juga: Akibat Karhutla, Libur Sekolah di Barut Diperpanjang

Baca Juga: Gunakan Peralatan Seadanya, Kepala Tahura Sultan Adam Berjibaku Padamkan Karhutla

Reporter: Ahc16
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Sudah 100 Hektar Lahan Gambut di Kotim Terbakar
apahabar.com

Kalteng

PN Muara Teweh Bakar Narkoba dan Barbuk Pidana Umum
apahabar.com

Kalteng

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Barut, Ini Kata Inspektorat 
apahabar.com

Kalteng

Ditabrak Truk, Pingki Tewas Seketika
apahabar.com

Kalteng

33 Warga Binaan Kasus Narkotika di Lapas Muara Teweh Dapat Remisi Idul Fitri
apahabar.com

Kalteng

Abdul Razak Nyatakan Serius Maju sebagai Calon Gubernur Kalteng
Terdampak Covid-19, 7.503 Warga Kurang Mampu Dapat Sembako

Kalteng

Terdampak Covid-19, 7.503 Warga Kurang Mampu Dapat Sembako  
apahabar.com

Kalteng

Pembangunan Pasar Pondopo Muara Teweh Dianggarkan Rp4 M
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com