Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Karhutla di Kalsel Capai 3 Ribu Hektar, Kabupaten Banjar Terparah

- Apahabar.com Rabu, 11 September 2019 - 10:31 WIB

Karhutla di Kalsel Capai 3 Ribu Hektar, Kabupaten Banjar Terparah

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto-detikcom

apahabar.com, BANJARMASIN – Per 10 September 2019, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) seluas 3.308,60 hektar.

Terdiri dari kebakaran hutan seluas 79,75 hektar atau sebanyak 11 kasus dan lahan seluas 3.228,85 hektar, dengan 1112 kasus.

Kebakaran hutan didominasi Kabupaten Banjar seluas 61 hektar, Banjarbaru 6 hektar, Tanah Laut 6 hektar, dan Barito Kuala 2,25 hektar.

Sedangkan kebakaran lahan didominasi Kabupaten Banjar seluas 581,28 hektar atau 100 kasus. Disusul Tanah Laut 577,55 hektar atau 287 kasus.

“Ketiga, Tapin 560,77 hektar, dengan 130 kasus,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin kepada apahabar.com, Rabu (11/9) pagi.

Terdapat beberapa titik hotspot di Kalsel. Di antaranya NOAA 254, SNPP 277 dan AQUA/ TERRA 362.

Sebelumnya, Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menemukan titik api pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Hulu Sungai Selatan.

“Sebagian memang ada yang masuk KHG, seperti di Hulu Sungai Selatan,” ucap Sekretaris TRGD Kalsel, Sayuti Enggok kepada apahabar.com, Selasa (10/9) malam.

Kendati demikian, pihaknya belum memegang data resmi terkait kebakaran di lahan gambut tersebut.

“Masih belum ada data resmi kebakaran di empat Kesatuan Hidrologis Gambut. Dominan yang terbakar berada di luar KHG,” ujarnya.

Adapun 4 KHG tersebut, di antaranya Sungai Barito-Sungai Alalak, Sungai Barito – Sungai Tapin, Sungai Balangan -Sungai Batangalai, dan Sungai Utar -Sungai Serapat.

Ia pun membantah lahan yang terbakar di Banjarbaru, khususnya sekitar area Bandara Syamsuddin Noor merupakan KHG.

Menurutnya, memang pernah diusulkan menjadi KHG, yakni Sungai Martapura-Sungai Maluka. Sayangnya, masih belum terwujud.

“Akan tetapi, dalam program pencegahan kebakaran di sekitar bandara sebagai obyek vital nasional, kita juga terlibat untuk mendukung BPBD,” bebernya.

Baca Juga: PMI Banjar Siagakan Personel Waspadai Karhutla Meluas

Baca Juga: 83 Kasus Karhutla Terjadi di Tanbu, 240 Hektare Lahan Terbakar

Baca Juga: Ketika ‘Kota Cantik’ Diselimuti Kabut Asap, Palangka Raya Perpanjang Status Siaga Karhutla

Baca Juga: Kabut Asap Akibat Karhutla Mulai Meresahkan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mulai 1 Juli, BPBD Kalsel Siagakan 5 Posko Satgas Karhutla
Kotabaru

Kalsel

Kabar Baik, Kotabaru Nihil Kasus Positif Covid-19
HPN 2020 Kalsel, M Nuh: Wartawan Dituntut Miliki Keahlian Khusus

Kalsel

HPN 2020 Kalsel, M Nuh: Wartawan Dituntut Miliki Keahlian Khusus
apahabar.com

Kalsel

Faktor Kantuk Penyebab Kecelakaan Xenia Versus Truk di Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Ke Mana Tindaklanjut Pengaduan di Aplikasi Lapor?
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Gelar Evaluasi Penyampaian LHKPN Tahun 2019 dan LHKASN Serta Sosialisasi Peraturan KPK RI
apahabar.com

Kalsel

Tangkal Hoaks di Kalsel, LK3 Kumpulkan Pemuda Lintas Iman
apahabar.com

Kalsel

Harun Nurasid Punya Riwayat Kolestrol dan Jantung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com