apahabar.com
Ilustrasi, kabut asap. Foto-net

apahabar.com BANJARBARU – Titik hotspot di Kalsel meningkat dari sebelumnya 286 titik menjadi 314 titik pada hari ini, Minggu (15/9/2019).

Peningkatan titik hotspot diikuti pula oleh peningkatan luas hutan dan lahan terbakar, di mana sampai Sabtu (14/9) kemarin, tercatat ada 3541,47 hektare dengan rincian luas hutan terbakar 79.75 hektare dan luas lahan terbakar 3461,82 hektare.

Dengan banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat asap semakin banyak. Hal ini menimbulkan kabut asap yang semakin parah menyelimuti bumi borneo.

Menurut data dinas kesehatan Kalsel penderita Ispa (Inspeksi Saluran Pernafasan) meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Di Banjar naik 43 naik persen, Banjarbaru naik 29 persen, Batola naik 33 persen, dan Tala naik 14 persen” ujar kepala dinas kesehatan Kalsel, M. Muslim.

Menurut data, pada Agustus 2019 di Banjarmasin sebanyak 771 kasus, Banjarbaru 4295 kasus, Banjar 4522 kasus, Tapin 1008 kasus, HSS 2090, kasus HST 2188 kasus, HSU 2315 kasus, Balangan 1154 kasus, Tabalong 1001 kasus, Tala 1943 kasus, Tanbu 1292 kasus, Kotabaru 742 kasus, dan Batola 3042 kasus.

Sedangkan kasus Ispa untuk kelompok umur di bawah 1 tahun sampai usia 5 tahun di Banjarmasin sebanyak 235 orang, Banjarbaru 883 orang, Banjar 1704 orang, Tapin 314 orang, HSS 530 orang, HST 536 orang, HSU 416 orang, Tabalong 214 orang, Tala 609 orang, Tanbu 475 orang, Kotabaru 318 orang, dan Batola 929 orang.

“Kasus Ispa pada bayi dan balita tertinggi
ada di Banjar dengan 1704 kasus, lalu Batola 929 kasus, Banjarbaru 883 kasus, Tala 609 kasus, HST 536 kasus,” ujarnya lagi

Bukan hanya itu, Pneumonia (infeksi paru) pun banyak menyerang anak kelompok usia 1 sampai dengan 5 tahun.

“Penderita pneumonia yang tertinggi di HSU dengan 128 orang, Banjar 103 orang, Tala 63 orang, HST 62 orang, dan terakhir Banjarbaru 51 orang,” jelasnya.

Dengan rincian datanya, di Banjarmasin terdapat 19 orang, Banjarbaru 51 orang, Banjar 103 orang, Tapin 8 orang, HSS 36 orang, HST 52 orang, HSU 128 orang, Tabalong 40 orang, Tala 63 orang, Tanbu 11 orang, Kotabaru 1, dan Batola 45 orang

Karena itu, Dinas Kesehatan Kalsel telah melakukan giat pembagian masker dari 5 sampai 14 September yang dilaksanakan oleh Satgas krisis kesehatan untuk mencegah bertambahnya jumlah penderita Ispa dan Pneumonia.

“Total yang dibagikan sudah 35.150 lembar masker dari giat tersebut,” lanjut Muslim.

Untuk diketahui, Dinkes Kalsel melakukan pembagian masker sesuai dengan edaran Gubernur Kalsel pada Bupati dan Walikota mengenai kewaspadaan dini.

“Pembagian masker yang dilakukan tim krisis, dinkes kabupaten kota, sekolah, panti, pondok, kepolisian dan lain-lain, Pembagian PMT (makanan tambahan) dan MP-ASI (makanan pendamping asi) bagi ibu hamil (bumil) dan balita serta melibatkan UPT vertikal (BBTKL) kajian tingkat dan dampak asap,” pungkasnya.

Dan ia juga mengimbau masyarakat apabila terjadi peningkatan kabut asap maka sebaiknya tidak beraktifitas diluar rumah, jika tidak dalam keadaan penting. Jika harus keluar rumah hendaknya menggunakan masker.

“Bagi masyarakat yang terpapar kabut asap, mengalami gejala gangguan batuk dan pernapasan misalnya, segera datang ke fasiltas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya memgakhiri.

Baca Juga: Update Tersangka Karhutla, Jadi 179 Orang dan Empat Korporasi

Baca Juga: Koordinasikan Karhutla, Dandim 1013 Muara Teweh Kunjungi Markas BPBD 

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini