Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Kecamatan Karang Bintang Krisis Air, Bagini Harapan Anggota DPRD Tanbu

- Apahabar.com Rabu, 4 September 2019 - 10:44 WIB

Kecamatan Karang Bintang Krisis Air, Bagini Harapan Anggota DPRD Tanbu

Ilustrasi Tanah Bumbu. Foto-Media Indonesia

apahabar.com, BATULICIN – Masalah krisis air bersih yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Karang Bintang ditanggapi anggota DPRD Tanah Bumbu, Sayono.

Terkait hal tersebut, Sayono mengharapkan jaringan pipa PDAM bisa menjangkau wilayah-wilayah yang saat ini terdampak kemarau.

“Harapan saya PDAM bisa sampai Desa Rejowinangun dan sekitarnya. Apalagi PDAM mengambil airnya di sungai Karang Bintang,” kata Sayono kepada apahabar.com, belum lama ini.

Sayono yang tinggal di Desa Rejowinangun juga merasakan dampak kemarau tahun ini. Ia juga membenarkan warga di sana kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian. Namun, ia sendiri sedikit tertolong dengan adanya Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desa tersebut.

“Selama ini pakai Pamsimas. Tapi mengalirnya kadang cuma sore,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Rejowinangun di Kecamatan Karang Bintang mengalami krisis air bersih. Hal itu sudah dialami warga selama satu bulan terakhir. Untuk mencukupi kebutuhannya, warga di sana terpaksa membeli air bersih yang dijual Rp50 sampai Rp60 ribu per tong berisi 1200 liter.

Odox, warga setempat, mengungkapkan dalam satu minggu ia membeli dua tong air berukuran 1200 liter. Air itu ia gunakan untuk mandi dan mencuci pakaian. Namun, agar tidak terlalu menguras kantong, ia pun harus menghemat penggunaan air tersebut.

“Seminggu beli dua kali. Itu pun kalau sore kami gak mandi. Kami minta tolong kepada pemerintah bagaimana ini solusinya?” kata Odox.

Vita, seorang bidan di Desa Rejowinangun juga mengeluhkan hal yang sama. Ia juga mengatakan sumur-sumur warga di Desa Rejowinangun makin kering. Air makin sulit didapatkan. Di sisi lain, Pamsimas tak berfungsi dengan baik.

“Sumur di sini makin kering. Pamsimas sering macet. Jadi sudah satu bulan kami mandi di Dam,” kata ibu satu anak itu.

Baca Juga: Imbas Pelebaran Jalan, Tiga Desa Di Alalak Krisis Air

Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih Saat Kemarau, PDAM Intan Banjar Bentuk Tim Khusus

Baca Juga: PDAM Intan Banjar Sebut Titik Terdampak Krisis Air Bersih

Reporter : Puja Mandela
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Sudian Noor Kukuhkan Pengurus PWRI Tanbu 2020-2025

Pemkab Tanah Bumbu

Sudian Noor Kukuhkan Pengurus PWRI Tanbu 2020-2025
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

5 Desa di Tanbu Sudah Bisa Layani Pembuatan KK dan Adminduk Lainnya
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Gerakan Literasi Nasional di Tanbu Ditutup, Peserta Diharapkan Mampu Menulis Feature Sastrawi
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Imbau Waspada Bencana, BPBD Tanbu Peringatkan Tiga Wilayah Ini
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Grand Final Festival Vokal Solo Musik Islami Al Mahabbah Digelar Malam Ini
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Narapidana Asal Tanbu Tak Coblos Satu Surat Suara di Pemilu
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Lomba Kuliner Tradisional akan Meriahkan Puncak Mappanre Ri Tasi
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Warga Minta Segera Perbaiki Traffic Light Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com