Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit

Kerusuhan Wamena, Polri: 23 Meninggal Dunia dan 77 Orang Luka-luka

- Apahabar.com Selasa, 24 September 2019 - 14:52 WIB

Kerusuhan Wamena, Polri: 23 Meninggal Dunia dan 77 Orang Luka-luka

Warga sipil yang tewas akibat kerusuhan di Wamena, Papua sudah mencapai 23 orang. Foto–Antara/Marius Wonyewun

apahabar.com, JAKARTA – Pihak Kepolisian RI menyatakan, 23 warga sipil meninggal dunia dan 77 orang lainnya luka-luka akibat kerusuhan di Wamena, Papua, Senin (23/09).

Polisi menduga, dalang kerusuhan di Wamena berasal dari kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“23 meninggal dunia dari Wamena dan luka-luka 77 orang. Pelaku diduga kelompok KNPB, sebagai dalang kerusuhan di Wamena,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Selasa (24/09).

Namun, ia belum merinci lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya para korban. Sementara itu, terkait kerusuhan di Expo Wamena, Kota Jayapura, Papua, tidak ada penambahan jumlah korban.

Tercatat, satu anggota TNI gugur akibat luka bacokan dan serangan benda tumpul. Kemudian, tiga korban, diduga mahasiswa Papua yang sedang pulang kampung, turut menjadi korban meninggal dunia. Menurut keterangan polisi, mahasiswa tersebut diduga tewas akibat peluru karet.

“Untuk Jayapura 4 orang, 1 TNI dan 3 mahasiswa eksodus, sebagai dalang kerusuhan dari AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) digerakkan oleh KNPB,” ujar dia.

Dedi mengatakan, kelompok yang diduga menjadi dalang kerusuhan ingin menjadikan isu Papua tersebut dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sidang tersebut sekarang sedang berlangsung.

“Untuk dijadikan isu pada SU (Sidang Umum) PBB di New York 23 sampai dengan 27 September,” tutur Dedi.

Terkait kerusuhan di Jayapura, Dedi mengatakan, awalnya mahasiswa Papua yang pulang kampung ke Papua menduduki Universitas Cendrawasih (Uncen). Sebagian besar mahasiswa itu disebutkan datang dari Sulawesi.

Dedi mengatakan, mahasiswa tersebut diduga ingin mendirikan posko di area Uncen. Menurut polisi, posko tersebut diduga untuk melakukan propaganda dan rencana aksi lainnya.

Kemudian, pihak rektorat dan sebagian mahasiswa Uncen yang tidak setuju menghubungi kapolda setempat. Setelah aparat datang dan dilakukan negosiasi, mahasiswa yang menduduki

Uncen sepakat untuk dipulangkan ke Expo Waena Jayapura. Setiba di Expo, mahasiswa seketika melakukan serangan anarkis ke anggota TNI-Polri.

Baca Juga: Kapolda: Aksi Demonstrasi di Wamena karena Isu Hoaks

Baca Juga: Demonstrasi di Wamena Berujung Anarkis, Bandara Wamena Ditutup

Sumber: Kompas.com
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pascagempa 5,3 SR, NTB Masih Kondusif
apahabar.com

Nasional

Pecinta Lingkungan Ajak Perusahaan Besar Hijaukan Hutan
apahabar.com

Nasional

Politikus PDIP Polisikan Novel Baswedan Soal Penyiraman Air Keras
apahabar.com

Nasional

Korban Selamat Kebakaran Kapal Santika 294 Orang
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS
apahabar.com

Nasional

Marinir TNI AL Kirim Satgas Kemanusiaan ke Natuna, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Pangdam Cenderawasih Tegaskan Tidak Ada Penarikan Prajurit dari Nduga
apahabar.com

Nasional

Bikin Macet Jalan, Supir Truk Galon Ditahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com