Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Kisah Pemuda Banua di Gabon, Chanel Youtube Maulana Pikat 225 Ribu Subscriber

- Apahabar.com Jumat, 20 September 2019 - 16:55 WIB

Kisah Pemuda Banua di Gabon, Chanel Youtube Maulana Pikat 225 Ribu Subscriber

Maulana Rachman bersama anak-anak ketika mengadakan perlombaan 17 Agustus di Gabon. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tidak sedikit Urang Banua mencari rezeki ke luar negeri. Salah satunya, Maulan Rachman.

Pria kelahiran Martapura 25 Juni 1992 ini tinggal di Gabon, salah satu negara di Benua Afrika. Sejak 2015 lalu ia berada di sana. Bekerja di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Selama tinggal di sana dan jauh dari keluarga, tak membuatnya merasa sepi. Mengingat selama ini perkembangan teknologi tak lagi mengenal batas dan ruang.

Sehingga, ia masih bisa berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman di Banua.

Maulana pun rajin menggambarkan kehidupannya selama di Gabon. Yakni dengan mengunggah video kesehariannya lewat akun youtube, Nomadprostory.

Tadinya sekadar mengisi waktu luang di sela perkejaan, eh ternyata kontennya diminati banyak orang. Bahkan, hingga sekarang sudah memikat 225 ribu subscriber.

Maulana sendiri tinggal di Libreville sebuah kota di Gabon. Di akun youtubenya, Maulana banyak melakukan interkasi dengan warga.

Kebetulan, pemeluk Islam disana tidak sedikit. Sehingga, makin mudah akrab. Selebihnya, memang warga di sana karena sedikit, jadi tidak sulit bergaul.

Yang menarik, kebanyakan video yang diunggahnya menceritakan kehidupan warga. Gabon dan Afrika tentu bukan negara maju. Kehidupan masyarakatnya juga masuh berbeda jauh dengan negara berkembang.

“Kehidupan di Afrika sangat beda dengan di Indonesia. Terutama tentang anak-anak, kalau di Indonesia anak-anak bisa makan yang mereka inginkan. Kalau di sini, melihat makanan enak sangat jarang,” ungkap Maulana kepada apahabar.com, Jumat (20/09).

Tak jarang, kadang dalam kontennya, Maulana menyisihkan gajihnya untuk membeli makanan atau snack. Anak-anak sering rebutan, takut tidak dapat bagian. Ini membuat Maulana belajar apa itu arti bersyukur.

Meski Maulana sebagai minoritas, tapi tidak pernah sekali pun mendapat perlakuan diskriminatif. Sebab, menurutnya masyarakat di sana bersikap terbuka bagi orang pendatang.

“Pertama kali saya datang di tahun 2015, saya merasa di Gabon seperti Indonesia di tahun 80-90an. Dan saya merasa masyarakat di sini orangnya sangat baik bagi orang pendatang,” cerita Maulana.

Hampir sama dengan di Kalimantan, yang ramah dengan warga pendatang.
“Tidak jauh seperti di Kalimantan, lingkungan saya tinggal banyak kebun sawit dan hutan. Itulah yang membuat saya menikmati tinggal di negara Gabon,” pungkasnya.

Maulana mengangkat konten chanel terlangka di dunia. Pasalnya, chanel Youtube yang dibuatnya, tidak seperti youteber biasa. Terutama sisi kehidupan di benua Afrika.

Baca Juga: Alhamdulillah! Gerimis Turun di Pagatan

Baca Juga: Pemerintah Diminta Perhatikan Cagar Budaya Kerajaan Pulau Laut

Reporter: Fathurrahman
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Wabup Bergeming, Kasus Jembatan Mandastana Bakal Seret Pejabat Batola

Kalsel

Langgar Prokes, Plt Gubernur Kalsel Tegur Dinkes Banjarmasin
3 Kali Diskor

Kalsel

3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam
apahabar.com

Kalsel

Banua Bersholawat, Berkah Bagi Penjual Alas Duduk
apahabar.com

Kalsel

Abaikan LPPDK, Caleg Terpilih Terancam Tidak Bisa Dilantik
apahabar.com

Kalsel

Terkait Konflik Penajam, Cuncung Minta Warga Tak Terprovokasi
apahabar.com

Kalsel

Pasca Banjir Tapin, Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Hilir Sungai
apahabar.com

Kalsel

Penyebab Kematian Misterius, Pria Meninggal Mendadak di Ulin Seorang Ojol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com