Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

KLHK: Kebakaran Hutan Banyak Terjadi di Lahan Milik Perorangan

- Apahabar.com     Jumat, 27 September 2019 - 05:15 WITA

KLHK: Kebakaran Hutan Banyak Terjadi di Lahan Milik Perorangan

Anggota Satgas Karhutla Riau berusaha padamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (24/09). Foto – Antara/Rony M

apahabar.com, JAKARTA – Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles Brotestes Panjaitan menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) banyak terjadi di lahan milik perorangan.

“Dari total luas areal kebakaran hutan dan lahan sebanyak 328 ribu hektar pada 2019, sebesar 300 ribu hektar merupakan milik perorangan dan 28 ribu hektare merupakan milik perusahaan,” kata dia di Jakarta, Kamis (26/09).

Dia mengatakan saat ini ada sudah dua korporasi yang diidentifikasi melakukan pembakaran hutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, salah satunya PT. Rafi Kamajaya Abadi.

Dia mengatakan dengan berbagai upaya seperti water bombing dan teknologi modifikasi cuaca saat ini sudah meredakan beberapa titik api di berbagai daerah.

“Di Riau tinggal sembilan titik api kecil-kecil, kebakaran sudah tidak terlalu besar. Kini sudah dalam proses penghilangan asap,” kata dia.

Di Sumatera Utara, tepatnya di Sibolangit terpantau ada titik api yang belum padam, saat ini tim gabungan tengah mengusahakan pemadaman karena khawatir terjadi rambatan

Sementara di Jambi ada empat titik api, jumlah sudah banyak berkurang dibanding hari-hari sebelumnya yaitu lebih 13 titik.

Di Kalimantan Timur, Raffles mengatakan, ada satu titik yang statusnya berada di lahan pribadi. Kemudian di Kalteng, sambung dia, semula ada empat titik tapi kemudian sore ini tinggal dua titik.

Sementara di Kalimantan Selatan terdeteksi ada tiga dengan status berada di lahan masyarakat dan APL.

Raffles menegaskan, ada 12 aksi yang dilakukan pemerintah secara terpadu, baik bersama pusat daerah ataupun pengelola kawasan. Di antaranya, penindakan hukum, pemadaman rutin, sosialisasi kepada masyarakat tentang metode-metode membuka lahan tanpa membakar, juga dukungan penggunaan anggaran.

“Pada 2020 sosialisasi itu akan diusahakan lebih cepat terlaksana. Sedangkan soal dukungan anggaran, Menteri Keuangan telah mengeluarkan Permenkeu 230 yang memberi petunjuk penggunaan dana hingga sebesar 50 persen untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” kata dia.

Baca Juga: Temui Para Tokoh, Jokowi Melunak Soal UU KPK

Baca Juga: Tragis, Mahasiswa Universitas Halu Oleo Tewas Tertembak Saat Demo Ricuh

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Imbas Wabah Virus Corona, Jokowi Inginkan Insentif untuk Wisman
apahabar.com

Nasional

Viral, Macan Kumbang Mati Diduga Ditembak Warga
Tragedi Sriwijaya Air

Nasional

Cerita Haru Rombongan Keluarga Selamat dari Tragedi Sriwijaya Air

Nasional

Terus Berkembang, Bank bjb Sasar UMKM Ritel Otomotif
apahabar.com

Nasional

Kemenkes: Gejala Virus Corona Makin Menjinak

Nasional

30 Orang Masih Hilang, BNPB: Kemungkinan Bisa Bertambah
Gubernur Sulsel

Nasional

Ditetapkan KPK Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap
apahabar.com

Nasional

Nikita Mirzani Lepas Hijab, Sahabat Beri Dukungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com