Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

Komisi VII Minta Pertamina Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM

- Apahabar.com     Minggu, 22 September 2019 - 05:30 WITA

Komisi VII Minta Pertamina Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM

Truk tangki yang kerap digunakan untuk distribusi BBM. Foto - pertamina.com

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu menilai PT Pertamina perlu lebih serius dalam mengerahkan upaya untuk menangani penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Terminal BBM ke stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU).

“PT Pertamina sudah empat tahun berkomitmen untuk membenahi sistem pengendalian dan pengawasan dalam distribusi BBM, tetapi hingga saat ini masih terus terjadi penyimpangan di lapangan,” kata Gus Irawan dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/09).

Menurut Gus Irawan, praktik penyimpangan distribusi masih kerap ditemukan di lapangan. Pertamina seharusnya memaksimalkan sistem informasi dan teknologi informasi untuk mengendalikan dan memastikan bahwa tidak ada lagi peluang terjadinya penyimpangan dalam bentuk apapun.

“Upaya Pertamina untuk mengurangi kehilangan belum terimplementasi dengan baik. Karena itu, Komisi VII meminta perhatian PT. Pertamina untuk secepatnya melakukan perbaikan sistem pengawasan distribusi BBM sehingga tidak terjadi penyimpangan di lapangan,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Pertamina, tambahnya, juga harus segera mengaplikasikan digitalisasi pada setiap nozzle di SPBU, di mana sistem tersebut akan terintegrasi dengan Terminal BBM untuk mengantisipasi penyimpangan.

Sementara, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2019 tentang Besaran dan Penggunaan Iuran Badan Usaha dalam Kegiatan Usaha Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa pada 3 Juli 2019.

Laman Setneg.go.id menyebutkan peraturan tersebut dikeluarkan dengan menimbang perlunya mengatur kembali besaran dan penggunaan Iuran Badan Usaha dalam kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pengangkutan Gas Bumi melalui pipa.

Aturan pengenaan besaran iuran distribusi BBM dan pengangkutan gas melalui pipa ini sebelumnya telah diatur dalam PP nomor 1 tahun 2006.

Dalam Pasal 2 ayat (3) disebutkan bahwa badan usaha yang wajib membayar iuran dalam kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM ada tiga, yakni Badan Usaha pemegang lzin Usaha Niaga umum (wholesale) BBM, Badan Usaha pemegang lzin Usaha Niaga terbatas BBM, dan Badan Usaha pemegang lzin Usaha Pengolahan yang menghasilkan BBM serta melakukan kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM atau niaga BBM sebagai kelanjutan kegiatan usaha pengolahannya.

Besaran iuran yang wajib dibayar Badan Usaha penyediaan dan distribusi BBM ini telah diatur dalam Pasal 4 ayat (1) yang menyebutkan lapisan volume penjualan sampai dengan 25 juta kiloliter per tahun dikenakan tarif sebesar 0,250 persen, di atas 25-50 juta kiloliter per tahun 0,175 persen dan di atas 50 juta kiloliter per tahun sebesar 0,075 persen.

Baca Juga: Kawal Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim, DPR Bentuk Kaukus

Baca Juga: KLHK: Karhutla Berkaitan dengan Buka Lahan Perkebunan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wapres

Nasional

Tutup PON XX Papua, Wapres Bahas 2 Agenda Penting
apahabar.com

Nasional

Bos Gojek Nadiem Makarim Merapat ke Istana, Jadi Menteri Apa?
apahabar.com

Nasional

ODP Klaster Gowa di Kalsel, Satgas Covid-19 Mulai Pelacakan
apahabar.com

Nasional

Laporan Keuangan Pemerintahan Jokowi Peroleh Opini WTP
Ilustrasi. Foto-Net

Nasional

Harga Minyak Dunia Menguat
apahabar.com

Nasional

Presiden Lantik Belasan Anggota Konsil Kedokteran Indonesia
apahabar.com

Nasional

PGI : Istilah ‘Kafir’ Ganggu Persaudaraan
apahabar.com

Nasional

Asik Mancing, Seorang Remaja Tewas Diterkam Buaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com