Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

KPK Dikhawatirkan Kehilangan Taring Jika RUU Disahkan

- Apahabar.com Senin, 9 September 2019 - 05:15 WIB

KPK Dikhawatirkan Kehilangan Taring Jika RUU Disahkan

Kantor KPK. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Jika Undang Undang (UU) Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disahkan, bagaimana nasib lembaga ini.

Dikhawatirkan KPK akan kehilangan taring sebagai lembaga independen dan bebas dari pengaruh apa pun. Pendapat itu disampaikan pakar hukum pidana Universitas Indonesia (UI) Gandjar Laksmana Bonaprapta.

“Saat saya baca poin-poin UU KPK yang mau direvisi. Saya tidak melihat bagian yang memperkuat KPK melainkan membuat KPK jatuh tidak berdaya. Coba jelasin memperkuat KPK di bagian poin yang mana? dalam konteks ini jelas saya menolak,” katanya.

Gandjar berkata, DPR tidak memiliki alasan jelas untuk merevisi UU KPK. Ia pun tak habis pikir dengan keputusan DPR yang tiba-tiba ingin merevisi UU KPK yang menurutnya merugikan dan melemahkan KPK.

Poin yang menyebut KPK baru boleh melalukan penyadapan setelah mendapatkan izin dari dewan pengawas, menurut Gandjar, bakal membuat KPK tidak berdaya. Padahal tugas utama KPK melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.

“Terus KPK kalau mau menyadap izin dulu gitu? Kan disini KPK memberantas korupsi. Lantas apa gunanya KPK? sebagai lembaga pencegahan saja? kalau gitu bikin majelis ulama saja,” ujar dia.

Menurut Gandjar, revisi UU KPK membuat jati diri dan pertahanan KPK hilang. Jika sudah begitu, lembaga mana yang harus dipercaya. Semua sudah dimiliki oleh yang memiliki kekuasaan. Kasus-kasus yang ada dan belum selesai tidak akan terungkap.

Gandjar berharap revisi UU KPK ini tidak berkelanjutan dan tidak disahkan. Jika benar akan disahkan Indonesia kehilangan lembaga yang selama ini memberantas korupsi secara independen tanpa wewenang kekuasaan.

Baca Juga: Pengamat: Jokowi Bisa Tolak Pembahasan Revisi UU KPK

Baca Juga: KPK Akan Surati Presiden Jokowi Soal Adanya Usulan Revisi UU

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menang Telak di Bali, Jokowi Ucapkan Terima Kasih
apahabar.com

Nasional

Ajudan Bupati Demak Itu Rencananya Nikah Bulan Depan
apahabar.com

Nasional

Tahanan Bak Kelelawar, Komisi III: Pidana Ringan Nggak Usah Ditahan
apahabar.com

Nasional

Mobil Bupati Demak Tabrak Tronton, Ajudannya Meninggal
apahabar.com

Nasional

ASN Hamil dan Lansia di Bogor Wajib Kerja dari Rumah
apahabar.com

Nasional

Jelang Puncak Haul Guru Sekumpul, Ini Prediksi Pihak Bandara
apahabar.com

Nasional

Brakk!!! Mobil Mewah Tabrak Lampu Jalan di S Parman
apahabar.com

Nasional

Kisah Pilu Ibu Muda, Ditinggal Suami Karena Bayinya Cacat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com