Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

KPK Geledah 2 Kantor Dinas Provinsi Kepulauan Riau

- Apahabar.com Selasa, 17 September 2019 - 15:27 WIB

KPK Geledah 2 Kantor Dinas Provinsi Kepulauan Riau

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas PUPR Provinsi Kepri, Selasa (17/09). Foto – Antara/Ogen

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (17/09).

Selain itu penyidik KPK turut menggeledah mobil dinas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Hendriza.

Dari mobil yang terparkir di depan Gedung C, Komplek Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang itu. Petugas KPK tampak mengamankan sebuah tas samping diduga berisi dokumen, di antaranya kuitansi pembayaran.

Pantauan di lapangan, sampai siang ini penyidik KPK yang berjumlah tujuh orang itu masih melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR.

“Penggeledahan mulai dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB,” kata salah seorang anggota Satpol PP yang sedang berjaga di kantor tersebut.

Kegiatan penggeledahan ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian berseragam lengkap senjata laras panjang.

Dilansir CNN Indonesia.com, penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun periode 2016-2021.

“Ya, ada kegiatan di Tanjungpinang. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10 tadi pagi di dua lokasi, Kantor Dinas PU dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (17/9).

Febri menambahkan hingga saat ini pihaknya telah menyita dokumen terkait anggaran izin prinsip reklamasi di Kepri.

Dalam perkara ini, KPK juga sudah menggeledah sembilan lokasi. Masing-masing empat lokasi di Kota Batam yaitu tiga rumah pihak swasta dan satu kediaman pejabat protokol Gubernur Nurdin Basirun.

Lalu empat lokasi di Tanjungpinang yakni dinas perhubungan, rumah pribadi tersangka Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri Budi Hartono, serta kantor dinas lingkungan hidup dan kantor dinas ESDM. Selanjutnya, di Kabupaten Karimun, KPK menggeledah rumah pribadi Nurdin Basirun.

KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kepulauan Riau pada Rabu (10/7) lalu. Lembaga antirasuah itu memergoki transaksi suap antara Kepala Bidang Perikanan tangkap Budi Hartono dan pihak swasta bernama Abu Bakar di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang.

Dari tangan Budi, KPK mengamankan uang sejumlah Sin$6.000. Uang itu diduga terkait dengan izin suap reklamasi di Kepulauan Riau. Secara terpisah, KPK juga mengamankan Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau di rumah dinasnya di daerah Tanjungpinang.

Dari rumah Nurdin, KPK mengamankan tas yang berisi uang dalam mata uang asing dan rupiah. Uang tersebut terdiri dari sejumlah pecahan mata uang yang berbeda dengan rincian Sin$43.942, US$5.303, EUR5, RM407, Riyal500, dan Rp132.610.000. Uang itu diduga merupakan gratifikasi terkait jabatannya sebagai gubernur.

KPK pun menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di Kepri tahun 2018-2019. Mereka adalah Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Budi Hartono, dan Abu Bakar.

Dalam perkembangan penanganan perkara, KPK juga sudah menetapkan pengusaha Kock Meng sebagai tersangka suap terkait Penerbitan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) di Provinsi Kepulauaun Riau Tahun 2019.

“Dalam pengembangan penyidikan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan pihak lain dalam dugaan suap terkait penerbitan peraturan daerah RZWP3K di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2019,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Kantornya, Jakarta, Kamis (12/89).

Seluruh tersangka kini telah menjalani masa tahanan di rutan tahanan milik KPK.

Baca Juga: Polisi Tentukan Status Sopir yang Menyeret Bripka Eka di Kap Mobil Sore Ini

Baca Juga: Polisi Blender Ribuan Ineks Berlogo ‘Love’ dari Bandara Syamsudin Noor

Sumber: Antara/CNN Indonesia
Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Jual Beli Narkoba, 3 Pemuda di Tabalong Dibekuk Polisi
apahabar.com

Hukum

Lagi, Polda Kaltim Gagalkan Penyelundupan 12 Sabu asal Tawau ke Sulsel
Narkoba

Hukum

Hebat, Polsek Banjarmasin Utara Berhasil Gagalkan Peredaran 1,3 Kg Sabu
apahabar.com

Hukum

13 Taruna Akpol Terlibat Penganiayaan Junior Dikeluarkan
apahabar.com

Hukum

Sepekan, Polda Kalsel Tangkap Puluhan Pengedar (Lagi)
apahabar.com

Hukum

Dicecar Puluhan Pertanyaan, GM Bantah Rayu Siswa Magang
apahabar.com

Hukum

Dalam Hitungan Jam Tiga Pengedar Digulung Jajaran Polda Kalsel
apahabar.com

Hukum

Sosialisasi Perkap 6/2019, Pidana Bisa Selesai Tanpa Sidang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com