Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

KPK: Pencegahan Korupsi Sulit Berhasil Jika Tidak Didukung Elemen Lain

- Apahabar.com Kamis, 5 September 2019 - 05:45 WIB

KPK: Pencegahan Korupsi Sulit Berhasil Jika Tidak Didukung Elemen Lain

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan keterangan terkait dengan penetapan tujuh tersangka kasus suap proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada tahun 2019 di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (4-9-2019). Foto – Antara/Benardy Ferdiansyah

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi sulit berhasil jika tidak didukung oleh komitmen yang sama kuatnya dari elemen lain.

“Upaya pencegahan sulit berhasil jika tidak didukung oleh komitmen para kepala daerah itu sendiri, termasuk seluruh elemen masyarakat, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, DPR RI, DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta instansi-instansi terkait lainnya,” ucap Basaria di Gedung KPK RI, Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (04/09).

Ia mengemukakan hal itu ketika menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan selama 2 hari berturut-turut di tiga daerah: Sumatera Selatan, Jakarta, dan Kalimantan Barat.

Basaria menyatakan bahwa OTT memang bukanlah strategi tunggal dalam pemberantasan korupsi.

“Sebenarnya upaya-upaya pencegahan yang terus dilakukan KPK, khususnya para pimpinan (KPK), ke wilayah-wilayah. Ada yang sering kita dengar adanya LHKPN para penyelenggara negara. Ini suatu cara untuk pencegahan sehingga harta seluruh kekayaannya bisa kita ikuti pertambahan atau pengurangannya,” kata Basaria.

Selain itu, kata dia, upaya pencegahan korupsi yang dilakukan juga melalui pendidikan antikorupsi, salah satunya melalui bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi”.

“Akhir-akhir ini kami lakukan juga keliling bus antikorupsi seluruh nusantara, kemudian ada kajian yang dilakukan litbang, masukan-masukan yang diberikan kepada instansi-instansi terkait mulai dari pangan, pendidikan, dan sumber daya alam,” ujar Basaria.

Bahkan, KPK juga membuat terobosan untuk memaksimalkan fungsi trigger mechanism dengan bentuk unit koordinator wilayah.

“Salah satunya men-trigger para APIP (aparat pengawasan intern pemerintah) di daerah untuk penguatan para APIP ini supaya juga mereka memiliki keberanian-keberanian untuk melakukan hal yang sama, khususnya pencegahan,” katanya.

KPK juga memberdayakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang ada di daerah, termasuk juga setiap mengumpulkan para kepala daerah, lembaganya juga mengundang aparat penegak hukum lainnya, yakni kepolisian dan kejaksaan.

“Dengan harapan, mereka melakukan hal yang sama, khususnya untuk pencegahan (korupsi),” kata Basaria.

Baca Juga: Fakta-Fakta OTT Beruntun KPK, Dua-duanya Terkait Suap

Baca Juga: OTT, Bupati Muara Enim Ditangkap KPK

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cegah Covid-19, IDI Sarankan Masyarakat Makan Masakan Rumah
apahabar.com

Nasional

Tak Peduli Covid-19, Kerumunan Sabung Ayam Digrebek
apahabar.com

Nasional

Unair Klaim Temukan 5 Senyawa Jadi Obat Covid-19, Berikut Faktanya
apahabar.com

Nasional

ASN Bergaji Maksimal Rp 8 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi
apahabar.com

Nasional

Ketua Forum Kadis Kominfo Bahas Kemitraan dengan JMSI
apahabar.com

Nasional

Berlaku Besok, Penukaran Uang Rp75.000 di Seluruh Bank
apahabar.com

Nasional

Gempa 2,9 SR Guncang Konawe

Nasional

Menteri Budi Imbau Keselamatan Berkendara Saat Perayaan Maulid
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com