Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

KPK Soroti Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 13 September 2019 - 10:08 WIB

KPK Soroti Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Kalsel

Ilustrasi KPK. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat potensi besar korupsi di Kalsel ada pada sektor pengadaan barang dan jasa.

Berdasarkan APBD Kalsel 2018 yang mencapai Rp6,5 triliun, pengadaan barang dan jasa untuk birokrasi jauh lebih besar dibanding pelayanan publik.

“Artinya, APBD Kalsel lebih banyak digunakan untuk kepentingan birokrasi,” ucap Tenaga Ahli Stranas KPK Hayidrali, Kamis (12/09) malam.

Kondisi itu dinilai sekitar 40-50 persennya akan rawan terjadi tindak pidana korupsi. “Bahkan, bisa berpotensi korupsi hingga 80 persen,” tegasnya.

Kerawanan terjadi dari penyusunan perencanaan penganggaran hingga pembahasan anggaran di lembaga legislatif.

“Di situ paketnya sudah disusun, dan akan memenangkan salah satu tender. Seperti yang telah diketahui, anggota dewan juga memiliki perusahaan. Kemudian, akan mengarahkan ke perusahaan mereka,” ujarnya.

Terkadang, kata dia, persepsi pengadaan hanya menjadi formalitas semata. Padahal proyek tersebut sudah dibagi-bagi.

Semestinya pemerintah daerah, sambung Hayidrali, melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang sifatnya mudah. Dengan durasi waktu pengadaan sekitar 18 hari.

“Untuk prakualifikasi itu mencapai 40 hari. Bahkan, ada yang lebih simple, yakni pengadaan cepat,” tegasnya.

Jika terdapat sistem pengadaan barang dan jasa menghambat, maka itu dinilai tak benar. Terlebih, sistem sudah sangat sederhana.

“Dalam birokrasi yang sulit bukan tambah kurangnya, akan tetapi pembagiannya,” pungkasnya.

apahabar.com

Tenaga Ahli Stranas KPK Hayidrali usai sosialisasi dan diskusi terkait aksi Strategi Nasional Pencegahan atau Stranas PK di Kalsel, Kamis malam. Foto-apahabar.com/Robby

Baca Juga: Firli Jadi Ketua, Ramai-Ramai Undur Diri dari KPK

Baca Juga: Aliansi Jurnalis Independen Kecam Upaya Pelemahan KPK

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ditagih Soal Perjanjian RI-GAM, Jokowi: Beri Saya Waktu
apahabar.com

Nasional

Kim Jong-un Dikabarkan Isolasi Diri karena Corona
apahabar.com

Nasional

Pegawai Kemenpora Jadi Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Remaja Halangi Laju Truk di Bantar Gebang, Satu Orang Terlindas
apahabar.com

Nasional

Pelempar Rumah Menteri Susi Suka Dengar Bisikan Gaib
apahabar.com

Nasional

Ifan Seventeen Lepas Kepergian Gitaris Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Alasan Kuat Paman Birin Pede Kalsel Jadi Ibu Kota RI
apahabar.com

Nasional

Ribuan Peserta Meriahkan Karnaval Sasirangan di Ajang BSF
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com