7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka

- Apahabar.com Rabu, 18 September 2019 - 17:59 WIB

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka

Menpora Imam Nahrawi (kanan) meninggalkan ruangan untuk menunggu giliran bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019). Ending Fuad Hamidy didakwa menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto. Foto–Antara/Sigid Kurniawan

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum sebagai tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.

Wakil Ketua KPK Alexader Marwata mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

“Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua orang tersangka yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung KPK, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/09).

Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018. Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000.

“Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018,” ujar Alex.

Akibat perbuatannya, Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dikutip dari CNN Indonesia, dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (12/9), hakim menjelaskan KONI mengajukan proposal. Namun, proposal itu tidak disetujui oleh Deputi IV Kemenpora, Mulyana dan tim verifikasi. Hal itu karena dana itu digunakan di tahun 2019, sementara proposal diajukan di tahun yang sama.

Mulyana dan staf Kemenpora Adhi Purnomo akhirnya memerintahkan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk berkomunikasi dengan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Hal itu bertujuan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah.

Baca Juga: Pencarian Pesawat Twin Otter DHC6 Dihentikan Karena Kabut Tebal

Baca Juga: Kabut Asap, Garuda Batalkan 15 Penerbangan Domestik

Baca Juga: Kado Manis di Ultah ke-38, Mardani H Maming Diamanahi Ketum BPP Hipmi

Baca Juga: Revisi UU KPK Disahkan, Fraksi PKS Sampaikan Catatan Soal Dewas

Sumber: Kompas.com/CNN Indonesia.com
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tambah 2 Heli, BPBD Kalsel Siap Atasi Puncak Karhutla
apahabar.com

Nasional

Edukasi Calon Pengantin, BKKBN Luncurkan Website Siap Nikah
apahabar.com

Nasional

Pelindo III: Arus Peti Kemas Meningkat Lima Persen
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 960 Pasien Sembuh
apahabar.com

Nasional

Makna Baju Adat yang Dikenakan Presiden Saat Sidang Tahunan
apahabar.com

Nasional

Lagu “Kemarin” Menggambarkan Situasi Seventeen Sekarang
apahabar.com

Nasional

Pengaturan Skor, Satgas Cium Peranan Bandar Judi
apahabar.com

Nasional

Vanessa Angel Sakit, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com