BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Lepas 4 Ton Daun Gulinggang ke Jepang, Pengekspor di Banjarbaru Patut Lirik Cina

- Apahabar.com Rabu, 18 September 2019 - 06:00 WIB

Lepas 4 Ton Daun Gulinggang ke Jepang, Pengekspor di Banjarbaru Patut Lirik Cina

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil saat melepas ekspor 4,02 ton daun Gulinggang ke Jepang yang dilakukan PT Sarikaya Sega Utama di Banjarbaru, Selasa (17/09). Foto-antara

apahabar.com, BANJARBARU – PT Sarikaya Sega Utama di Banjarbaru melepas 4,02 daun Gulinggang untuk diekspor ke Jepang, kemarin.

Pelepasan ekspor komoditas itu dilakukan Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan, Ali Jamil, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Achmad Ghozali.

Ali Jamil berharap, volume ekspor daun tersebut terus meningkat. Terutama pasar-pasar baru di negara lain, khususnya Cina.

“Rasanya pasar China perlu dijajaki karena dikenal negara pengonsumsi herbal,” ujar Ali dikutip apahabar.com dari Antara.

Berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan IQFAST di Banjarmasin, tercatat hingga September 2019 ekspor daun gulinggang mencapai 115,6 ton.

Ali pun optimistis ekspor tahun ini mampu melampaui total ekspor di tahun 2018 yang mencapai 171,1 ton. Sehingga terus mendorong berbagai pihak terlibat dalam penanaman daun Gulinggang.

Dijelaskan Ali, kedatangannya untuk memastikan pemeriksaan karantina di gudang pemilik. “Disamping menjajaki inovasi layanan lain yang dibutuhkan pelaku usaha,” ungkapnya.

Selain pelepasan ekspor gulinggang, juga dilakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian asal tumbuhan dan turunannya yakni 135 ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) dengan tujuan Vietnam.

Kemudian 304,5 ton Palm Kernell Oil (PKO) tujuan China 201,6 ton karet lempengan tujuan India dan 40,365 meter kubik tujuan India dan total nilai ekonomi semua komoditas sebesar Rp547,5 miliar.

Baca Juga: Bos Daihatsu Banjarmasin, Buka-bukaan Soal New Daihatsu Sigra

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Diprediksi Tembus 7,3%

Sumber: Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Banjir Berkelanjutan Berpotensi Hambat Perekonomian
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabe Masih Sepedas Rasanya
apahabar.com

Ekbis

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Kembali Terkoreksi Seiring Pelemahan Mata Uang Kawasan Asia
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Kalsel: BBM Turun Cuma Euforia Sesaat
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Koreksi Mata Uang Asia, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Tegaskan Seleksi Pimpinan BUMN Sesuai Prosedur
apahabar.com

Ekbis

Pengamat: Pertanian Indonesia “Mati Rasa”
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com