Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

Lihat Fakta Harta Miliaran Milik Menpora Imam Nahrawi

- Apahabar.com     Kamis, 19 September 2019 - 07:00 WITA

Lihat Fakta Harta Miliaran Milik Menpora Imam Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap senilai Rp 26,5 miliar.

Berdasarkan laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses melalui situs elhkpn.kpk.go.id, harta Imam Nahrawi mencapai Rp 22 miliar. Kekeyaan itu dilaporkan 31 Maret 2018.

Harta tersebut terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta tidak bergerak, Imam tercatat memiliki 12 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Sidoarjo, Bangkalan, Surabaya, Jakarta, dan Malang dengan total nilai mencapai Rp 14.099.635.000.

Untuk harta bergerak, Imam Nahrawi tercatat memiliki empat kendaraan roda empat yang terdiri dari Minibus Hyundai, Mitsubishi Pajero, Toyota Kijang Innova, dan Toyota Alphard. Total nilai kendaraan milik Imam mencapai Rp 1,7 miliar.

Imam juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 4.634.500.000 ditambah surat berharga senilai Rp 463.765.853, serta kas dan setara kas senilai Rp 1.742.655.240.

Imam Nahrawi tercatat tak memiliki utang. Sehingga total harta kekayaan Imam sebesar Rp 22.640.556.093.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata memastikan pihaknya segera memanggil Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Imam baru saja dijerat sebagai tersangka suap dan gratifikasi bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

“Segera (memeriksa Imam Nahrawi sebagai tersangka),” ujar Alex di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Namun, dia belum bisa memastikan kapan penyidik akan memeriksa Imam sebagai tersangka. “Tanggalnya berapa, tim penyidik yang memanggil,” kata Alex.

Miftahul Ulum sendiri sudah ditahan usai menjalani pemeriksaan pada pekan lalu, Rabu 11 September 2019.

Imam Nahrawi sempat mangkir tiga kali pemeriksaan saat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Imam tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyelidikan pada 31 Juli 2019, 2 Agustus 2019, dan 21 Agustus 2019.

“KPK memandang telah memberikan ruang yang cukup untuk IMR memberikan keterangan dan klarifikasi dalam tahap penyelidikan,” kata Alex.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, dalam kasus ini, Menpora Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar. Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar.

“Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora,” kata Alex.

Baca Juga: OTT Pejabat Kemenpora, 9 Orang Ditangkap KPK, Imam Nahrawi Kaget

Baca Juga: KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka

Baca Juga: KPK Segera Panggil Menpora Imam Nahrawi

Sumber: liputan6.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gitaris Seventeen Dipastikan Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Janji Dikembalikan Belanda, Ini Wujud Berlian 70 Karat Banjarmasin

Nasional

Merdeka Belajar Ala Kemendikbud, Bagaimana Penerapannya?
apahabar.com

Nasional

Jelang Debat Cawapres: Sandiaga Janji Santun, Ma’ruf Amin Menyesuaikan Durasi
PBNU

Nasional

PBNU: Dalam Kondisi Darurat Penggunaan Vaksin Hukumnya Wajib

Nasional

Menolak Swab, Warga Mengamuk di Jembatan Suramadu Jadi Viral
apahabar.com

Nasional

Sudah 3 Kasus Corona Terdeteksi di Lingkungan Kabinet Jepang
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Video Sandera WNI Menangis, Kemlu Upayakan Pembebasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com