Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Mahasiswa Kalteng Minta Kematian Kader IMM Saat Demonstrasi Diusut

- Apahabar.com     Sabtu, 28 September 2019 - 19:52 WITA

Mahasiswa Kalteng Minta Kematian Kader IMM Saat Demonstrasi Diusut

DPD IMM Kalteng menggelar aksi doa bersama di depan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Foto – Antara/HO/DPD IMM Kalteng

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Mahasiswa Kalimantan Tengah yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) meminta kematian Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo yang berunjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu di usut tuntas.

“Mendesak Kapolri mengusut tuntas secara transparan kasus yang menimpa kawan seperjuangan kami. Tim investigasi yang dibentuk Kapolri agar segera bergerak mengusut kasus tersebut,” kata Ketua DPD IMM Kalteng, Kurniawan di Palangka Raya, Sabtu (28/09).

Pihaknya juga meminta aparat kepolisian agar tidak melakukan pendekatan represif dalam mengamankan Aksi Demonstrasi. Karena, menurut dia, jika itu terus dilakukan maka akan memancing aksi selanjutnya yang lebih besar lagi.

“Kami pun mengutuk perbuatan represif oknum aparat dalam menertibkan demonstrasi,” kata Kurniawan yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya itu.

Dia juga mengimbau seluruh kader IMM se-Kalimantan Tengah untuk tetap menjaga suasana tetap kondusif dalam menyikapi musibah yang menimpa kader IMM di Kendari saat demonstrasi pada Kamis (26/09) lalu.

“Kami juga mengajak seluruh kader terus menjaga persatuan umat dan bangsa. Serta tetap fokus kepada agenda-agenda organisasi dan terus menyuarakan kebenaran dengan santun. Seperti slogan kita ‘anggun dalam moral unggul dalam intelektual’,” katanya.

Ia mewakili seluruh kader IMM di Provinsi menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Randi serta korban lain dalam aksi demonstrasi beberapa hari lalu.

“Kami pun mengimbau kepada seluruh kader IMM Kalimantan Tengah untuk melaksanakan sholat gaib di daerah masing-masing,” katanya.

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pun telah mengeluarkan surat edaran yang salah satu isinya melakukan aksi simpatik dengan mendesak Kapolri mengusut tuntas pelaku penembakan.

Saat ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah membentuk tim investigasi untuk mengusut tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Randi (21) saat melakukan demonstrasi berujung kerusuhan itu.

Baca Juga: Mendikbud Sebut tak Ada Sanksi Pelajar Ikut Demo

Baca Juga: VIDEO: MIRIS !! Aksi Demo Aliansi Mahasiswa Kalsel Diwarnai Poster Nyeleneh Bertuliskan Tak Senonoh

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Kasus Positif Covid-19 di Kapuas Meningkat, Ketua GTPP Beberkan Penyebabnya
apahabar.com

Kalteng

Tambah 10 Kasus Baru, Positif Covid-19 di Barut Total 289 Orang

Kalteng

Puluhan Remaja di Kapuas Dilatih Keterampilan Menjahit
covid-19 kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Sembuh 28 Orang, 1 Positif
apahabar.com

Kalteng

Hadapi Karhutla, BPBD Kapuas Siapkan 17 Pos Lapang
apahabar.com

Kalteng

Usai Dilantik Jadi Camat Bataguh, Suryadin Langsung Tancap Gas
apahabar.com

Kalteng

Berjalan Kaki dari Rumah Insiprasi, Sugianto Sabran-Edy Pratowo Resmi Mendaftar ke KPU Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Pemilih Buta Aksara dan Lansia di Bartim Perlu Perhatian Khusus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com