Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Makin Menggairahkan, Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik

- Apahabar.com Selasa, 3 September 2019 - 20:22 WIB

Makin Menggairahkan, Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik

Ilustrasi petani. Foto-Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani di Provinsi Kalimantan Timur pada Agustus 2019 sebesar 94,53, naik 0,2 persen dibanding bulan sebelumnya 94,33.

“Peningkatan NTP disebabkan oleh meningkatnya indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih kecil ketimbang peningkatan indeks harga yang diterima petani (It),” kata Kabag Tata Usaha Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Nur Wahid di Samarinda, Selasa.

Angka keseimbangan NTP adalah 100. Jika NTP di bawah 100 berarti petani masih merugi. Tepat 100 berarti seimbang. Antara pendapatan dan pengeluaran. Namun jika di atas 100 berarti petani memperoleh keuntungan dari produk pertaniannya.

Jika dilihat NTP per subsektor, lanjutnya, maka pada Agustus 2019 yaitu nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) sebesar 93,49 dan nilai tukar petani hortikultura (NTPH) sebesar 93,83.

Kemudian nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) sebesar 81,30, nilai tukar petani peternakan (NTPT) sebesar 110,61, serta nilai tukar nelayan dan pembudi daya ikan (NTNP) sebesar 104,76.

Pada Agustus 2019, lanjutnya, ada 4 subsektor pertanian yang mengalami peningkatan NTP, yaitu tanaman pangan naik 0,26 persen dan tanaman perkebunan rakyat naik 0,13 persen.

Kemudian subsektor peternakan naik 0,32 persen, perikanan naik 0,34 persen, sedangkan untuk hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 0,02 persen.

Seiring dengan itu, kata dia lagi, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Kaltim pada Agustus 2019 tercatat 106,69 atau naik 0,2 persen dibanding NTUP pada Juli 2019 yang tercatat sebesar 106,33.

Menurutnya, NTP yang diperoleh dari perbandingan It terhadap Ib merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di perdesaan.

“NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani,” katanya.

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Kalsel Turun, Harga Produsen Gabah Naik

Baca Juga: Faktor Alam dan Tingginya Operasional Rumah Sakit Menjadi Pemicu Inflasi di Kalsel

Baca Juga: Hadir di Banjarmasin, The Palace National Jeweler Tawarkan Perhiasan Terlengkap

Baca Juga: Ketegangan Dagang AS-China, Rupiah Ikut Melemah

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Corona Masuk Indonesia, Presiden Jamin Stok Bapok Aman
apahabar.com

Ekbis

Dihantam Pandemi, Produksi Freeport Baru Normal Tahun 2022
apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Tunjuk Putra Papua Jadi Bos Freeport Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Harga Emas Antam Dibuka Turun Jadi Rp 931.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Layanan Remitansi BNI, Simak Keunggulannya
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Aksi Ambil Untung, IHSG Bergerak Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com