Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin Pak Jokowi! Siswa Peserta Vaksinasi Banjarmasin Tak Mau Sepeda Jokowi Tiba di Kalsel, Panggung Alalak Jadi Tontonan Warga BREAKING! Presiden Jokowi Tiba di Kalsel

Marsekal Hadi: Gagalkan Pelantikan Berhadapan dengan TNI

- Apahabar.com     Jumat, 27 September 2019 - 13:14 WITA

Marsekal Hadi: Gagalkan Pelantikan Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan pihaknya akan bersikap tegas kepada siapapun yang bertindak anarkistis dan menggunakan cara-cara inkonstitusional.

“Siapapun yang melakukan tindakan anarkis, inkonstitusional, dan tidak baik, termasuk berupaya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu akan berhadapan dengan TNI,” tegas Hasi dengan lantang, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

Dalam aksi unjuk rasa, ditegaskan Panglima, tugas TNI adalah mendukung, memberikan perbantuan kepada Polri dalam memberikan tugas keamanan.

TNI bersama polisi telah melakukan berbagai upaya pengamanan, termasuk di sekitar Gedung DPR maupun obyek vital lainnya.

Hadi merinci ada enam titik untuk pengamanan dua tempat strategis itu yang ditempatkan personel, yakni kawasan Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut, pintu utama Gedung DPR-MPR.

Kemudian, depan BPK Pejompongan, persimpangan Slipi yang mengarah ke Petamburan dan Palmerah, serta pintu belakang Gedung DPR-MPR.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto mengatakan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Gedung DPR RI yang dimulai secara elegan serta damai berangsur diambil alih sekelompok orang yang bertujuan menciptakan kerusuhan.

Wiranto menegaskan bahwa aksi unjuk rasa akan diubah menjadi gelombang baru dengan tujuan menduduki Gedung DPR RI sampai menggagalkan pelantikan anggota DPR RI periode 2019-2024 yang akan berlangsung 1 Oktober 2019 mendatang.

Bahkan lebih lanjut, menurut Wiranto gelombang baru ini akan dimanfaatkan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang.

“Kami mengapresiasi gerakan mahasiswa yang bernuansa mengoreksi rancangan undang-undang oleh pemerintah dan DPR RI. Tapi sayang gerakan mahasiswa yang elegan itu pada malam hari diambil alih oleh perusuh dengan melawan petugas,” kata Wiranto.

Baca Juga: Jelang Pelantikan, Puluhan Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Banjarmasin

Baca Juga: RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Segera Tuntas

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mau Pulsa Gratis Rp150 Ribu Per Bulan Mulai September Hingga Desember 2020? Begini Syaratnya
apahabar.com

Nasional

Banjir Samarinda, Ratusan Ton Cadangan Pangan Disiapkan
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Bupati Penajam Siapkan Ratusan Ribu Hektar Lahan
apahabar.com

Nasional

Muncul ke Publik, Kim Jong-un Patahkan Rumor Lagi Kritis

Nasional

Tembus 7.123 Orang, Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Pecah Rekor!
apahabar.com

Nasional

Gempa Ternate Tak Berpotensi Tsunami, Intip Pusatnya

Nasional

Presiden Jokowi Beri Bonus Atlet Paralimpiade 2020, Segini Besarannya
apahabar.com

Nasional

Sempat Viral di Medsos, Akhirnya Nenek Sumirah Dapat Bantuan Pangan dan Uang dari Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com