Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Masuk Tahap II, Jaksa Telisik Dugaan Pencucian Uang Kasus Sungai Lulut

- Apahabar.com Rabu, 25 September 2019 - 13:30 WIB

Masuk Tahap II, Jaksa Telisik Dugaan Pencucian Uang Kasus Sungai Lulut

Beragam jenis minuman keras ilegal disita Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan langsung melimpahkan berkas perkara kasus peredaran miras ilegal hasil industri rumahan ke Kejati Kalsel.

“Ya hari ini sekaligus akan kita limpahkan kasus peredaran miras ilegal ke Kejati Kalsel,” ucap Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan, Hary Budi Wicaksono, Rabu (25/09) pagi.

Pelimpahan berkas perkara disertai lengkap dengan berbagai macam barang bukti.

Di antaranya, berupa ratusan botol minuman keras ilegal, seperti Jack Daniel, Red Label, Black Label dan Chivas Regal.

“Terdapat pula, bahan baku berupa essens, etil alcohol, propylene glycol dan bahan lainnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, ketiga tersangka juga diserahkan langsung ke Kejati Kalsel. Yakni, inisial HRY sebagai peracik atau pengoplos.

Adapun, MSB dan HND sebagai pihak yang membantu atau turut serta melakukan tindak pidana.

Ketiganya, disangkakan pasal-pasal 50 jo. pasal 54 jo. pasal 55 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai jo. pasal 55 jo. pasal 56 KUHP.

Ketentuan pidana pasal 50 dan pasal 54 UU Cukai dengan ancaman pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun penjara.

“Sedangkan ketentuan pidana pasal 55 UU Cukai memberikan ancaman pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejati Kalsel, Arie Arifin mengatakan setiap berkas perkara yang dinyatakan lengkap, maka akan ditindaklanjuti dengan tahap II. Yakni, penyerahan barang bukti dan terdakwa.

“Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan melimpahkan berkas ke pengadilan untuk disidangkan,” katanya.

Pihaknya pun akan terus menindaklanjuti adanya indikasi keterlibatan pihak lain atau Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Apabila dalam fakta persidangan terungkap adanya TPPU, maka kita bersama aparat kepolisian akan menindaklanjuti,” bebernya.

Menurutnya, pasal yang disangkakan kepada terdakwa, yakni minimal hukuman penjara 1 tahun dan maksimal 5 tahun.

“Kemudian, nanti ada denda juga,” pungkasnya.

Baca Juga: Home Industri Miras Sungai Lulut Coreng Citra Kota Baiman

Baca Juga: Modus Operandi Industri Rumahan Pemasok Miras di Sungai Lulut

Baca Juga: Bea Cukai Bongkar Industri Rumahan Miras di Sungai Lulut !

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Sosok R, yang Booking Vanessa Angel Ternyata Pengusaha Tambang di Lumajang
apahabar.com

Hukum

Sebarkan ‘Virus’ Anti Korupsi lewat Stiker di Tapin
apahabar.com

Hukum

Geger, Wanita Lanjut Usia Sebatang Kara Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya
apahabar.com

Hukum

Sebelum Ditangkap, Sandy Pamit Istri Mau ke Rumah Orangtuanya
apahabar.com

Hukum

Simpan Belasan Paket Sabu di Saku, Warga HKSN Banjarmasin Dibekuk Polisi
apahabar.com

Hukum

Transaksi Sabu dengan Polisi, 2 Pemuda di Banjarmasin Barat Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Bandar Sabu di Banjarmasin Utara Diringkus, Ratusan Gram Sabu Disita
apahabar.com

Hukum

Meresahkan Warga, Polda Kalsel Bekuk Pengedar Sabu Asal HSU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com