Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Pembunuh Santri Husnul Khotimah Asal Kalsel

- Apahabar.com Minggu, 8 September 2019 - 18:57 WIB

Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Pembunuh Santri Husnul Khotimah Asal Kalsel

Wakapolresta Cirebon Kompol Marwan Fajrian saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto - Antara/Khaerul Izan

apahabar.com, CIREBON – Anggota Satreskrim Polresta Cirebon bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Rozien (17), santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan yang juga warga asal Jalan Puyau 25 Komplek Ratu Elok, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Hingga pada akhirnya dalam waktu kurang dari 1×24 jam polisi berhasil menangkap dua orang pelaku. Kedua tersangka pun ditembak kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap, Minggu (08/09) dini hari.

“Kedua pelaku kita tindak tegas dan terukur (tembak) bagian kakinya, karena mencoba melawan petugas,” kata Wakapolresta Cirebon Kompol Marwan Fajrian didampingi Kasat Reskrim, AKP Deny Sunjaya, di Mapolresta Cirebon, seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Minggu (08/09).

Menurut dia, kedua pelaku saat akan ditangkap mencoba melarikan diri dengan cara melawan petugas yang kala itu akan membekuk mereka.

“Namun dengan kesigapan petugas, para pelaku tidak sempat kabur, karena dihadiahi timah panas terlebih dahulu dan langsung tersungkur,” katanya.

Marwan mengatakan dua pelaku penusukan Muhammad Rozien (17) santri Ponpes Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan itu masing-masing bernama Yadi Supriadi (YS) alias Acil (19) dan Rizky Mulyono (RM) alias Nono (18) yang merupakan warga Kota Cirebon.

“YS merupakan pelaku utama yang menusuk korban dengan pisau belati, sedangkan RM sebagai joki atau pengendara sepeda motor,” ujarnya.

Dari tangan tersangka, lanjut Marwan, polisi menyita sebilah pisau belati yang digunakan untuk menusuk korban dan satu unit sepeda motor sebagai alat yang digunakan saat kejadian.

Dia juga menyebutkan satu tersangka Yadi Supriadi merupakan residivis kasus yang sama yaitu pencurian dengan disertai ancaman.

“YS baru keluar dari penjara satu setengah bulan yang lalu, dia dihukum atas kasus pencurian dengan kekerasan,” katanya.

Dikutip dari Republika, dalam peristiwa pembunuhan terhadap korban Muhammad Rozien di Jalan Cipto Kota Cirebon pada Jumat (06/09) sekitar pukul 20.30 WIB, kedua tersangka menetapkan targetnya secara acak. Mereka menyasar warga yang sedang nongkrong di pinggir jalan.

Dalam aksinya, tersangka menjalankan modus dengan menuduh korban telah memukul temannya. Setelah itu, tersangka memaksa korban untuk menyerahkan barang berharga. Saat korban menolak, tersangka Yadi menusuk korban hingga meninggal dunia.

“Saat itu, tersangka meminta HP dan uang kepada korban. Tapi korban menolak karena HP itu digunakan untuk berkomunikasi dengan ibunya yang akan datang dari Kalimantan,” terang Marwan.

Marwan menyebutkan, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

apahabar.com

Kedua tersangka Yadi Supriyadi alias Acil (19) dan Rizki Mulyono alias Nono (18) pembunuh Muhammad Rozien (17), santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan ditembak kakinya saat berusaha kabur saat hendak ditangkap, Minggu (08/09) dini hari. Foto – Istimewa/Facebook

Baca Juga: Cabuli 9 Santriwati, Pengasuh Ponpes Limpasu HST Segera Diadili

Baca Juga: Dari Tragedi Limpasu HST, Pengajar ULM Dorong Perlindungan Santriwati

Sumber: Antara/Republika.com
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

6 Pengedar-Pemakai di Tapin Dilibas Polisi Sekaligus
apahabar.com

Hukum

Wah! Uang Rp 40 Juta Tertinggal di Gerbong KRL Tanah Abang-Serpong
apahabar.com

Hukum

Pertumpahan Darah di Jembatan Lima, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
apahabar.com

Hukum

Motif Penyerangan Novel Baswedan Mulai Terkuak
apahabar.com

Hukum

Motif Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Didalami, Begini Penjelasan Polisi
apahabar.com

Hukum

Alasan Pelajar Kukar Rampok Toko Emas: Butuh HP untuk Belajar Online
apahabar.com

Hukum

Polda Jatim Tangkap Guru Honorer Pengancam Presiden Jokowi Lewat Facebook
apahabar.com

Hukum

Dalam 2 Jam, John Lee CS Berhasil Bekuk 2 Budak Sabu di HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com