Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Menkeu: Pemerintah Mewaspadai Resesi Negara Lain

- Apahabar.com Senin, 9 September 2019 - 20:21 WIB

Menkeu: Pemerintah Mewaspadai Resesi Negara Lain

Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan pengarahan pada acara The 3rd Faculty of Public Health (FPH) UI Science Festival di FKM Universitas Indonesia, Depok, Senin (9/9/2019). Mengangkat tema "Public Health Challanges Towerds Disruptive Technology Era" FPH UI mempertemukan lebih dari 200 peserta yang diselenggarakan pada 9 - 10 September 2019. Foto – Antara/ Asprilla Dwi Adha

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mewaspadai resesi yang saat ini terjadi di sejumlah negara, termasuk mengantisipasi dampak kepada ekonomi Indonesia.

“Itu perlu kita terus menerus pelajari dan kita waspadai,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (09/09).

Menurut  Sri Mulyani, dari sisi fiskal pemerintah mengamati pelemahan ekonomi global yang terjadi di sejumlah negara, termasuk sektor yang kemungkinan memberikan pengaruh kepada ekonomi dalam negeri.

Sektor ekonomi tersebut, lanjut dia, di antaranya dari sisi eksternal seperti ekspor Indonesia ke sejumlah negara. Selain itu, pemerintah juga mewaspadai tekanan kepada negara yang mengalami kemerosotan ekonomi dan perkembangan resesinya.

“Apakah hanya dalam dua kuartal negatif tapi kemudian mereka positif lagi, ataukah ini berkelanjutan ‘kan kita belum tahu, apa yang akan terjadi. Kami akan terus mengikuti saja,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan pemerintah akan memastikan bahwa APBN tetap dalam kondisi yang sehat di tengah situasi ekonomi global yang sedang tidak pasti.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan tanda-tanda resesi mulai muncul di sejumlah negara di antaranya depresiasi mata uang yuan China dan peso Filipina sudah terjadi akibat perlambatan ekonomi global.

Saat memimpin rapat terbatas membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia di Kantor Presiden beberapa waktu lalu, Kepala Negara mengatakan jalan yang paling cepat menghadapi perlambatan ekonomi global adalah investasi.

Untuk itu, Presiden Jokowi minta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisasi regulasi-regulasi yang menghambat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah saat ini menyiapkan kebijakan-kebijakan yang membuat perekonomian Indonesia tetap kondusif bagi bagi para investor. Salah satunya, memberi kepastian insentif perpajakan lewat Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian.

Selain itu, pemerintah berupaya memberikan penyederhanaan aturan untuk mengurangi biaya berbisnis di Indonesia.

Baca Juga: MBtech Jadi Peluang Tangan Kreatif Pembuat Jok Go Internasional

Baca Juga: Gila! Logo Sponsor Terkecil di Motor Rossi Senilai Rp2,5 Miliar

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mengintip Kiat Sukses Habib Hamid, Petani Jamur Tiram asal Martapura
apahabar.com

Ekbis

Libur Panjang Akhir Tahun, Trafik Data XL Axiata Kalselteng Signifikan
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Targetkan Laba BUMN Rp 300 Triliun Pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Dihantam Pandemi, Produksi Freeport Baru Normal Tahun 2022
apahabar.com

Ekbis

Selama Libur Panjang, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Produk Pertanian Kalsel Digenjot
apahabar.com

Ekbis

Yang Menarik di Pasar Muamalah, Transaksi dengan Dinar dan Dirham
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Pasar Atas Penyebaran Virus Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com