apahabar.com
Suasana pemakaman Novianti Adelia (8), seorang bocah yang tertembak dalam operasi penyergapan pelaku pencurian di Tanah Laut, Selasa siang. Tampak pula Kabag Ops Polres Tala, AKP Novy Adi Wibowo. Dalam pemakaman tadi ibu korban berharap pelaku Khairullah segera ditangkap. Foto-apahabar.com/Chandra

apahabar.com, BANJARMASIN – Teka-teki asal muasal peluru yang bersarang di kepala Novianti Adelia belum terungkap.

Sejumlah pihak menduga peluru tajam itu diduga berasal dari senjata api rakitan milik pelaku yang satu mobil dengan korban.

Novianti sendiri tewas dengan luka tembak usai terjebak dalam baku tembak antara polisi dengan salah satu pelaku begal sapi di Jalan Trans Tanjung Dewa Desa Batu Tungku, Tanah Laut, Sabtu (7/9). Empat hari dirawat, ia mengembuskan napas terakhir di Hospital Ciputra, Selasa dini hari.

Belum ada satupun pihak yang bertanggung jawab perihal peluru tajam yang bersarang di kepala bocah 8 tahun itu.

Bahkan aparat kepolisian pun enggan berspekulasi, mereka membutuhkan waktu untuk melakukan uji balistik terhadap proyektil yang bersarang di kepala korban.

Sumber apahabar.com di kepolisian mengatakan, besar kemungkinan peluru yang bersarang di kepala siswa kelas 3 SD justru berasal dari tembakan si pelaku sendiri. Pasalnya, senjata api laras panjang yang digunakan pecatan TNI itu merupakan senjata rakitan.

Menurutnya, peluru yang terlontar dari senjata api rakitan tersebut kerap tidak tepat sasaran. Misalnya, jika yang dibidik adalah kaki, maka peluru tersebut bisa saja terlontar ke kepala. “Ini yang membuat ngeri. Sudah banyak kasus yang terjadi,” kata sumber apahabar.com tersebut.

Penyebabnya, senjata api rakitan cenderung tidak memiliki ulir di laras. Peluru terlontar secara asal tanpa bisa langsung lurus mengenai sasaran.

“Ulir berfungsi sebagai penyeimbang proyektil dengan cara memutarnya untuk meningkatkan akurasi dan kestabilan aerodinamis proyektil,” ucapnya lagi.

Dugaan peluru yang bersarang di kepala korban yang diasumsikan berasal dari senjata milik pelaku semakin kuat berdasarkan pengakuan dari Kasatreskrim Polres Tala AKP Alvin Agung Wibawa.

Menurut Alvin, saat baku tembak terjadi, begal sadis itu memuntahkan peluru secara membabi buta kiri dan kanan kepada petugas yang mengepungnya.

“Baku tembak terjadi sangat cepat. Apalagi [Memasuki sore hari] di tempat itu sangat gelap, tidak diketahui siapa saja yang ada di dalam mobil. Bisa jadi peluru itu memang dari senpi pelaku,” aku Alvin.

Polisi hingga sudah menangkap Khairullah. Pecatan TNI dari Batalyon Zeni Tempur Banjarbaru berhasil lolos dari kejaran petugas usai kabur ke dalam hutan karet di Kabupaten Tanah Laut.

Seperti diwartakan sebelumnya. Seorang polisi terluka usai baku tembak dengan pelaku pencurian sapi di Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (7/9) sore.

Selain Brigadir Edi Ruvi Susanto, seorang bocah perempuan dilaporkan juga terkena tembakan.

Khairullah menjadi buruan Polres Pulang Pisau, Polda Kalteng, setelah melakukan pencurian sapi dengan modus memberi racun sebelum dipotong.
Pelaku terendus berada di wilayah hukum Polres Tala, sehingga dilakukan pengejaran.

Pada pengejaran sempat terjadi insiden baku tembak dengan anggota yang berupaya menyergapnya. Dalam baku tembak itu Brigadir Edi Revi Susanto terkena peluru tersangka.

Baca Juga: Kisah Pilu di Balik Operasi Penyergapan Begal Sapi di Tanah Laut

Baca Juga: Penembak Polisi di Tala Diduga Gunakan Anak-Anak sebagai Tameng

Baca Juga: Pagi Buta, Begal Sapi Penembak Polisi di Tala Berhasil Diringkus!

Baca Juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Novianti, Bocah Tertembak Saat Penyergapan Begal Sapi

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah