apahabar.com
Keramik di lokasi objek wisata water front city (WFC) banyak yang lepas, diduga sengaja dirusak oleh oknum bertangan jahil. Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah lagi giat-giat membangun berbagai fasilitas umum di dalam maupun di luar kota Muara Teweh, namun sayang hasil pembangunan itu kurang dijaga dan dipelihara oleh masyarakatnya sendiri.

Salah satu contohnya di objek wisata dalam kota water front city (WFC) di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, terlihat lantai keramik mulai banyak yang hilang atau lepas selain itu lampu hias banyak dipecah oleh oknum bertangan jahil.

Kondisi itu pun kembali mendapat sorotan dari H. Abri, anggota DPRD Barut, yang mana ia mengatakan sudah saatnya Pemkab Barut melalui dinas atau instansi terkait untuk melakukan pengawasan lebih intens di kawasan WFC agar aset daerah itu bisa terjaga dengan baik.

Namun di samping itu paling mendasar, sebutnya adanya rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Jika kalau ada rasa demikian maka dengan sendirinya akan berusaha untuk memeliharanya.

“Tanamkan rasa memiliki dan memelihara, sehingga kita juga dapat berkiprah dalam menjaga pembangunan meski kecil artinya, namun setidaknya juga sama artinya ikut membangun Barito Utara yang kita cintai ini,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Rabu (11/09).

“Membangun mungkin sesuatu yang mudah namun memelihara pembangunan akan terasa sulit apabila tidak ada rasa memiliki oleh kita semua,” tandasnya.

Baca Juga: Diminta Uang Belanja, Seorang Suami di Muara Teweh Ancam Bakar Rumah

Baca Juga: Wiyatno Direkomendasikan Jabat Ketua DPRD Kalteng

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor