Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Pasal Karet RKUHP, AJI: Jurnalis Jangan Takut Kritik Pemerintah

- Apahabar.com Sabtu, 28 September 2019 - 16:15 WIB

Pasal Karet RKUHP, AJI: Jurnalis Jangan Takut Kritik Pemerintah

Ilustrasi kebebasan pers. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua AJI Balikpapan, Devi Alamsyah mengimbau agar masyarakat tak perlu takut mengkritik pemerintah.

Saat ini ada sepuluh pasal yang mengancam kebebasan pers dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang sempat ditunda pengesahannya oleh presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Justru menurutnya jurnalis harus terus memperjuangkan haknya sebagai seorang jurnalis.

“Apa yang perlu ditakutkan, kita kan memberikan masukan bahwa pasal-pasal itu bisa menjadi pasal karet yang nantinya akan menyulitkan kinerja jurnalis. Sebagai jurnalis kan harus memperjuangkan itu,” kata dia kepada apahabar.com, Jumat malam.

Penangkapan aktivis Dandhy Dwi Laksono ataupun musisi Ananda Badudu bukan menjadi hal yang dapat melemahkan kerja jurnalistik.

Sebab menurutnya, ada undang-undang yang dapat melindungi jurnalis dari tuduhan tersebut.

“Kalau sedikit-sedikit takut, nanti balik lagi ke zaman orde baru,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Dandhy Dwi Laksono Pendiri Watchdoc Documentary sekaligus aktivis HAM ditangkap polisi Kamis (27/09) malam, sekitar pukul 23.00 WIB atas cuitannya di Twitter mengenai isu papua.

Sedangkan Ananda Badudu, musisi yang juga bekas jurnalis Tempo ini turut diamankan pihak kepolisian atau tidak lama setelahnya atas tuduhan aliran dana ke mahasiswa dalam demo di DPR beberapa hari lalu.

Meski tidak dilakukan penahanan, namun Dandhy pulang dengan menyandang status sebagai tersangka UU ITE.

Seakan tidak memperdulikan status tersangkanya, pantauan apahabar.com lewat akun twitter @Dandhy_Laksono, masih dipenuhi cuitan yang berkaitan dengan Papua maupun isu sosial lainnya.

apahabar.com

Ketua AJI Balikpapan Devi Alamsyah (kanan). Foto: Istimewa

Baca Juga: Penangkapan Dandhy, Jerat UU ITE Hantui Aktivis Indonesia

Baca Juga: Terkait Papua, Polisi Tetapkan Dandhy Tersangka UU ITE

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: TNI Nomor Satu di Asean, Jangan Diremehkan
apahabar.com

Nasional

Kapolda Papua: 26 Kasus KKB Selama 2018
apahabar.com

Nasional

AHY: Ibu Ani Saat Ini Butuh Penanganan Ekstra
apahabar.com

Nasional

Curah Hujan Tinggi, Kalsel Waspada DBD 
apahabar.com

Nasional

Pengakuan Jemaah Jumatan di Martapura Saat Pandemi Corona
apahabar.com

Nasional

Pengunggah Video Kampanye Hitam Jokowi Diamankan
apahabar.com

Nasional

Waspadai Populasi Nyamuk di Pancaroba
apahabar.com

Nasional

Pratu Kasnun Korban Penembakan KKSB Nduga Dievakuasi ke Aceh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com