Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain!

Peduli Lingkungan, PT. JBG Tetapkan Area Konservasi Beruang Madu dan Kayu Balangiran

- Apahabar.com Minggu, 29 September 2019 - 09:40 WIB

Peduli Lingkungan, PT. JBG Tetapkan Area Konservasi Beruang Madu dan Kayu Balangiran

Beruang Madu. Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Komitmen mempertahankan dan melestarikan daya dukung lingkungan, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara PT. Jorong Barutama Grestone (JBG) punya program perlindungan keanekaragaman hayati dengan menetapkan area konservasi.

Penetapan area konservasi ini menurut Kepala Tehnik Tambang Ir. I Igede Widiada itu berdasarkan kegiatan pemantauan ditemukan spesies Belangiran (Shorea balangeran) di area konservasi Galam dan Beruang Madu (Helarctos malayanus).

“Itu ditemukan area hutan rivarian Sungai Asam-asam (sempadan sungai) yang juga bersebelahan dengan area reklamasi tambang. Makanya kita tetapkan,” sebut Gede, Minggu (29/9/2019).

Semua spesies yang dikonservasi baik flora maupun fauna adalah spesies yang tercatat dalam IUCN Red List, yakni merupakan daftar flora fauna yang dilindungi karena hampir punah. IUCN adalah lembaga internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam.

“Setidaknya ada dua sarang beruang madu yang terdapat di area konservasi JBG,” ujarnya.

Untuk menjaga kelestarian area konservasi Beruang Madu, PT. JBG berkerjasama dengan Pemerintah Desa Asam-asam. Adapun untuk konservasi Belangiran di area hutan Galam PT. JBG bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat.

Tak hanya kegiatan konservasi, managemen JBG, juga mengembangkan Pembibitan dan Pemeliharaan Tanaman Langka yang Dilindungi.

Diantaranya Ulin ( Eusideroxylon zwageri), Meranti Merah (Shorea leprosula), Kasturi (Mangifera casturi), Belangiran (Shorea balangeran) dan Gaharu (Aquilaria malaccensis).

Kepala Tehnik Tambang PT. JBG Ir. I Made Widiada mengatakan beberapa jenis tanaman masuk ke IUCN Red List karena sudah mulai langka atau punah di habitatnya.

“Selain mempertahankan dan melestarikan keanekaragaman hayati, PT. JBG juga melakukan pengkayaan keanekaragaman hayati dengan melakukan pembibitan Kasturi dan Belangiran di area pembibitan. Juga melakukan penanaman Ulin, Meranti Merah, Kasturi, Belangiran dan Gaharu di area reklamasi tambang,” sebutnya.

Pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh masyarakat Desa Karang Rejo dan dicatat dalam MoU penyediaan bibit khususnya Kasturi.

Ia menambahkan Ini bentuk komitment PT.JBG untuk mematuhi peraturan yang berlaku dan untuk mencapai lebih dari taat (beyond compliance).

“Selain itu program ini juga merupakan bentuk kepedulian PT.JBG terhadap pelestarian flora dan fauna di area operasinya,” katanya.

Baca Juga: Kedapatan ‘Setrum Ikan’, Warga Kandangan Ini Langsung Ditangkap

Baca Juga: Intrusi Air Laut, Hiu Masuk Sungai Barito

Reporter: Ahc14
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Eksotisme Loksado Bikin Dubes RI bersama Rombongan asal Finlandia dan Estonia Kagum
apahabar.com

Kalsel

Penutupan Lokalisasi Merong Ditunda, PSK Siap Dipulangkan
apahabar.com

Kalsel

Balita Penderita Glaukoma Kerusakan Syaraf di Tabalong Diberangkatkan ke Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jelang New Normal, Bang Dhin Minta Sekolah di Kalsel Tidak Pasif
apahabar.com

Kalsel

Sasar Pasar Tradisional, Polsek Takisung Ungkapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Kesebelasan HST Juarai Paman Birin Cup 2019
apahabar.com

Kalsel

Outlet Ice Cream Kejujuran di Kubah Habib Basirih, Mendidik Anak Antikorupsi
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pertanyakan Lahan Eks SD Melayu 2 Banjarmasin, Zainal: Kok Bisa Jadi Akses Jalan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com