Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Pelantikan DPRD Kalsel: Akses Jalan Ditutup, 3 Mobil Lapis Baja Disiagakan

- Apahabar.com Senin, 9 September 2019 - 10:45 WIB

Pelantikan DPRD Kalsel: Akses Jalan Ditutup, 3 Mobil Lapis Baja Disiagakan

Dua unit kendaraan taktis milik polisi tampak bersiaga di area gedung DPRD Kalsel. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengamanan pelantikan anggota DPRD Kalsel semakin diperketat.

Sebab, aksi demonstrasi turut mewarnai pelantikan 55 anggota DPRD Kalsel hari ini, Senin (9/9).

Tampak, pengamanan tiga lapis atau ring diberlakukan di area Rumah Banjar, sebutan Gedung DPRD Kalsel.

Sedikitnya 3 unit kendaraan lapis baja milik TNI-Polri siaga di depan Gedung DPRD Kalsel.

2 mobil jenis Barracuda dan Rantis milik aparat kepolisian dan 1 mobil jenis Anoa milik TNI.

“Ya, berfungsi untuk melakukan antisipasi saat demonstrasi. Water Cannon pun telah disediakan,” ucap salah seorang petugas keamanan kepada apahabar.com, Senin (9/9) pagi.

Tak hanya itu, akses lalu lintas di Jalan Lambung Mangkurat, dari arah Bundaran Hotel Arum menuju Gedung DPD KNPI Kalsel ditutup sementara.

Ratusan aparat kepolisian pun tampak berjaga-jaga di sekitar gedung DPRD Kalsel. Bahkan, sekitar 10 orang personel kepolisian berdiri di depan pintu gerbang gedung DPRD Kalsel.

Sebelumnya, Pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) diwarnai aksi demonstrasi 4 Organisasi Masyarakat.

Puluhan demonstran itu menuntut agar wakil rakyat terpilih benar-benar merealisasikan janji politik kampanyenya.

Sedikitnya ada 5 isi tuntutan yang disuarakan. Pertama, DPRD Kalsel terpilih agar benar mengamban amanah rakyat. Kedua, memprioritaskan kepentingan rakyat lebih utama daripada kepentingan pribadi, golongan, dan kelompok.

“Yang terpenting tak bermain proyek,” ucap Ketua Forpeban, Din Jaya dalam orasinya, Senin (9/9) pagi.

Selanjutnya, DPRD Kalsel terpilih hendaknya memperjuangkan penggunaan APBD dan APBN untuk kemaslahatan rakyat Kalsel.

Kemudian, tak melakukan pemborosan dan menghamburkan duit rakyat dengan alasan studi banding dan kunjungan kerja ke luar daerah.

“Yang tidak ada kemaslahatan untuk kesejahteraan dan rakyat,” bebernya.

Apabila, Anggota DPRD Kalsel enggan keluar menandatangani lima ikrar tersebut, maka mereka mengancam akan melakukan sweeping dan masuk ke dalam rumah Banjar tersebut.

“Kalau tak mau keluar dan menandatangani 5 ikrar anggota dewan, maka akan dilakukan sweeping,” pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Pelantikan, Puluhan Massa Demo di Gedung DPRD Banjarmasin

Baca Juga: Detik-Detik Pelantikan DPRD Kalsel, Anoa hingga Anjing Pelacak Disiagakan

Baca Juga: Pelantikan DPRD Kalsel Diwarnai Demo, Massa Ancam Sweeping Rumah Banjar!

Baca Juga: Jembatan Sungai Loban Rusak, Balai Jalan Nasional Tunggu Dana Pusat

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lubang Eks Tambangnya Makan Korban, PD Baramarta: Ini Musibah
apahabar.com

Kalsel

Tekan Dampak Covid-19, 20.000 Paket Pangan di Batola Dibagikan
apahabar.com

Kalsel

Penghuni Kolong Jembatan Antasari Kembali Beraktifitas
Pilkada Serentak 2020

Kalsel

Pengamanan Pilkada Serentak 2020, TNI-Polri di HST Dibekali APD dan Vitamin
apahabar.com

Kalsel

Pelabuhan Kumai Diusul Menjadi Pusat Ekspor-Impor, Pelindo III Belum Mengetahui
apahabar.com

Kalsel

‘Rintihan’ Madrasah Al Amin Terjawab, Sekolah Bernafas Islam Desa Bunipah Sejak 1980
Bisnis

Kalsel

Gebrakan Awal Tahun, Polisi Kembali Bongkar Bisnis Miras di Eks Lokalisasi Pembatuan
apahabar.com

Kalsel

Cerita “Kai Api” Jalani Tes Swab di RS Ansari Saleh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com