Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Pemerintah Diminta Perhatikan Cagar Budaya Kerajaan Pulau Laut

- Apahabar.com Jumat, 20 September 2019 - 10:49 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Cagar Budaya Kerajaan Pulau Laut

Penyerahan buku sejarah kerajaan Pulau Laut kepada Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Drs. Syarmadani serta Kasubdit ketahanan Seni dan Budaya Kemendagri, Dra. Elly Yuniarti. Foto-Gusti Fendi for apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Keberadaan kerajaan di Indonesia masih berperan dalam menjaga peradaban nasional.

Penggabungan kerajaan-kerajaan tersebut nantinya melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sayangnya, harmonisasi antara pemerintah dan kerajaan masih dinilai kurang oleh sejumlah pihak.

“Kami perlu respon pemerintah pusat terkait pemeliharaan situs budaya, seperti makam atau eks keratin,” ungkap Ketua Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, Gusti Rendi saat ditemui di sela temu tokoh di Hotel Aria Barito, Kamis (19/09).

Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 39 Tahun 2007 tentang pedoman fasilitasi organisasi kemasyarakatan bidang kebudayaan, keraton, dan lembaga adat dalam pelestarian dan pengembangan budaya daerah.

Selaku pemangku kerajaan, dirinya berharap sinkronisasi antara pemerintah untuk melestarikan situs-situs budaya dan sejarah yang tersisa di negeri ini.

“Kami tidak menuntut banyak. Kami tidak menuntut dikembalikan hak tanah, situs makam raja atau eks keratin. Minimal buatkan museum itu saja,” harap dia

Siapapun pemerintahnya, ujar dia, diharapkan menyadari bahwa kerajaan, kesultanan, kedatuan atau lainnya juga menjadi bagian dari nusantara negeri ini.

“Intinya kembali ke kearifan lokal. Kami minta negara lebih memperhatikan hidupnya sejarah, bukan hanya cerita saja. Apabila tidak dibudidayakan, tidak dipelihara maka akan hilang. Sejarah hanyalah tinggal sejarah,” tuturnya.

Namun melalui kesempatan tersebut, dirinya mengapresiasi bentuk kepedulian pemerintah untuk menggalang kebhinekaan dalam konteks kebudayaan.

“Alhamdulillah tadi juga sempat menyerahkan buku sejarah kerajaan Pulau Laut kepada Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Drs. Syarmadani serta Kasubdit ketahanan Seni dan Budaya Kemendagri, Dra. Elly Yuniarti,” jelas dia mengakhiri.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Pulau Laut Bakal Digarap Bersama

Baca Juga: Titik Terang Jembatan Pulau Laut, Pemprov Kalsel Hadap Menteri Bappenas

Baca Juga: Silo Grup Menang, Walhi Kecewa Pulau Laut Terancam Tambang

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pambakal H Isah Tamberangan Ngotot Tutup Jalan Sungai Puting Tapin
apahabar.com

Kalsel

Jelang Sekolah Tatap Muka, Bang Dhin: Rapid Test Jangan Jadi Ladang Bisnis
Julak Larau

Kalsel

Gara-Gara Postingan FB, Putra Maestro Lagu Banjar Somasi Julak Larau
apahabar.com

Kalsel

Pergantian Tahun, Bundaran Banjarbaru Sepi Kembang Api
apahabar.com

Kalsel

Mayor Inf Gatot Teguh Waluyo Takjub Melihat Ratusan Pusaka Banua
apahabar.com

Kalsel

Pakar Epidemiologi Ungkap 3 Faktor Tingginya Angka Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Rumah Zakat Gelar Tarhib Ramadan
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 Kalsel Melandai, Tambah 11 Pasien Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com