Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Pemerintah Segera Cabut Konsesi Lahan Sukanto Tanoto

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 16:57 WIB

Pemerintah Segera Cabut Konsesi Lahan Sukanto Tanoto

Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) di Kaltim. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah segera mencabut status konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) milik Sukanto Tanoto.

“Ya mudah-mudahan tidak lebih dari sebulan (prosesnya),” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis.

Bambang membenarkan sebagian lahan yang ditargetkan menjadi lokasi pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kaltim.

Lahan itu tercatat atas nama PT ITCI yaitu sebuah perusahaan tempat Sukanto Tanoto memegang saham.

Namun, Bambang menuturkan kepemilikan tersebut dalam wujud hak konsesi HTI sehingga secara kepemilikan sah lahan tersebut tetap berada pada pemerintah.

“Lahan itu milik negara, dari tahun berapa itu ada konsesi HTI di situ. Nah setelah kita lihat itu lokasi terbaik untuk ibu kota jadi artinya ada kebutuhan negara akan lahan tersebut, artinya ya diambil konsesi HTI-nya oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia melanjutkan Kementerian PPN/Bappenas sudah meminta secara langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera memproses pencabutan itu.

“Ya itu nanti oleh KLHK, kita sudah minta KLHK untuk mulai proses,” ujarnya.

Beberapa alasan yang mendorong pemerintah dalam mengambil hak konsesi HTI tersebut seperti lahan itu tidak berada dalam titik api yang memicu kebakaran hutan dan bukan lahan gambut serta tidak mengandung batu bara.

“Ya sudah dipertimbangkan waktu itu dan di tanah itu tidak ada potensi sumber kebakaran karena tidak mengandung gambut dan batu bara,” katanya.

Selain itu, lahan yang berstatus konsesi kepada swasta juga semakin memudahkan pemerintah untuk mengambil alih lahan tersebut kapan saja dan dalam jumlah berapapun sesuai dengan kebutuhan.

“Ya kan sudah diantisipasi, mereka sudah diberi tahu oleh KLHK ketika dapat HTI maka suatu saat kalau ada kebutuhan nasional bisa diambil atau ditarik, diambil setengah atau sepenuhnya,” jelasnya.

Bambang juga menegaskan bahwa pencabutan tersebut tidak akan diberi ganti rugi sebab hal itu merupakan konsekuensi dari status konsesi.

“Ya hitung-hitungan, kita punya kebutuhan ibu kota baru yang menggunakan lahan yang dikonsesi oleh swasta dan itu akan kita ambil,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia MS Hidayat pada Rabu (18/9) mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur merupakan milik seorang pengusaha, Sukanto Tanoto dengan status HTI.

Baca Juga:  Sosok Sukanto Tanoto, Konglomerat Penguasa Lahan Ibu Kota Baru RI

Baca Juga: Tala Siap Jadi Penyuplai Pangan Ibu Kota Baru Indonesia

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Demo DPRD Kalsel Sempat Ricuh, 3 Polisi Dilarikan ke Ambulans
apahabar.com

Nasional

Prabowo: Kasad Ingin Lulusan Akmil Jadi Pemimpin Medan Tempur
apahabar.com

Nasional

Kemkominfo Blokir Layanan Data Internet di Papua dan Papua Barat
apahabar.com

Nasional

300 Anggota Jemaah Diisolasi di Masjid Kebon Jeruk
apahabar.com

Nasional

Pertama di Eropa, Slovenia: Good Bye Corona!

Nasional

Jokowi: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
apahabar.com

Nasional

DPR: Segera Ajukan RUU, Supaya Pemindahan Ibu Kota Tak Sekadar Wacana
apahabar.com

Nasional

Kembali Nahkodai Partai Gerindra, Prabowo Curhat Soal Jabatan Menhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com