Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Masih Didera Covid-19, Denny Indrayana Tetap Perjuangkan PSU yang Jujur dan Adil Seluruh Tempat Wisata di Jaro Tabalong Ditutup Saat Idulfitri Ingin Pukul Ibunya, Seorang Adik di Telaga Langsat HSS Tikam Kakak hingga Tewas

Pemko Banjarbaru Dorong Pengembangan Kain Sasirangan

- Apahabar.com Jumat, 27 September 2019 - 13:50 WIB

Pemko Banjarbaru Dorong Pengembangan Kain Sasirangan

Foto-Ilustrasi kain sasirangan.

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru terus mendorong pengembangan kain sasirangan.

Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, menilai peningkatan kualitas produk sasirangan perlu dilakukan untuk menjaga keunggulan fashion Kota Banjarbaru.

“Ini suatu kebutuhan, bagaimana kita menjaga eksistensi salah satu subsektor kita tetap unggul dan meluas produksinya. Pemakaiannya tidak hanya di Kalsel, tapi juga ke nasional, bahkan internasional,” kata Jaya saat di sela kegiatan bertajuk “Peningkatan Kualitas Produk Sasirangan bagi Pelaku Usaha Sasirangan se Kota Banjarbaru” belum lama ini.

Menurut Jaya pelatihan peningkatan kualitas produk sasirangan sangat dibutuhkan masyarakat Banjarbaru. Sebab, Pemerintah Kota Banjarbaru sendiri memang aktif mengembangkan produk-produk ekonomi kreatif melalui tagline 3F yakni Food, Fun, Fashion.

“Sasirangan ini kalau sudah berbentuk baju jadi, itu masuk kategori fashion. Tapi kalau bentuknya masih berupa kain, bisa juga masuk kategori kriya atau kerajinan,” kata Jaya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Muhammad Rustam, menyampaikan selama ini pelaku ekonomi kreatif sasirangan di Kota Banjarbaru tidak hanya sebatas membuat kain atau pakaian sasirangan saja, tetapi juga mengembangkan dan mengkombinasikannya dengan produk khas Kota Banjarbaru lainnya, seperti tas purun.

“Mereka dipersilahkan untuk mengembangkan sasirangan dalam bentuk produk yang lain. Misalnya tas, dompet, dan lain-lain,” terang Rustam.

Karena kain sasirangan ini tidak bisa diproduksi secara massal dalam waktu tertentu, ia meminta produksi kain sasirangan benar-benar dipersiapkan dengan matang.

“Jadi harus mempunyai waktu yang cukup untuk memproduksinya dengan jumlah yang banyak,” tutupnya.(*)

Baca Juga: Pemerintah Perlu Perhatikan Teknologi Pengrajin Sasirangan

Baca Juga: Tampilkan Kain Sasirangan, Maulida Terpilih Jadi Putri Nusantara IPDN 2019

Editor : Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Wawali Safari Jumat di Masjid Raudhatul Jannah 
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Satukan Perbedaan, Pemkot Banjarbaru Eratkan Silaturahmi
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Banjarbaru Terapkan PKM, Tempat Wisata Belum Dibuka
Sah! Forum RTRW Kota Banjarbaru Periode 2020-2025 Dikukuhkan

Pemko Banjarbaru

Sah! Forum RTRW Kota Banjarbaru Periode 2020-2025 Dikukuhkan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Final DBL Kalsel, Darmawan Jaya : Tetap Junjung Tinggi Sportifitas
Indeks Kepuasan Masyarakat

Pemko Banjarbaru

Indeks Kepuasan Masyarakat Terus Meningkat, Wali Kota Banjarbaru Sampaikan Pesan Penting
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Nadjmi Buka MTQ ke XVII Kota Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Pemkot Banjarbaru Soroti Persebaran Penyakit Diabetes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com