Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi

Pemprov Kalsel Ancam ‘Rombak’ Struktur di BUMD

- Apahabar.com Jumat, 6 September 2019 - 17:59 WIB

Pemprov Kalsel Ancam ‘Rombak’ Struktur di BUMD

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie ketika diwawancarai awak media. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengevaluasi kinerja 4 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di antaranya Bank Kalsel, PT. Jamkrida Kalsel, PT. Askrida, dan PT. Bangun Banua.

Struktur kepengurusan terancam dirombak, apabila hasilnya tak memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih, Pemprov Kalsel telah menyerahkan penyertaan modal kepada perusahaan daerah tersebut.

“Kita sedang melakukan monitoring terhadap BUMD. Di mana di sana ada penyertaan modal Pemprov Kalsel,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie kepada awak media, Jumat (6/9) siang.

Ia mengakui, tak bisa melakukan intervensi secara langsung terhadap perusahaan daerah. Mengingat, telah lahirnya Undang-undang tentang Perseroan Terbatas (PT).

“Memang kita tak bisa melakukan intervensi langsung. Kita tetap menghormati pihak perusahaan,” bebernya.

Kendati demikian, sebagai penanam saham, tentu Pemprov Kalsel mempunyai kewenangan meminta pertanggungjawaban terhadap perusahaan daerah.

“Jangan sampai investasi yang ditanam itu menjadi beban pemerintah daerah,” tegasnya.

Sejauh ini, deviden Pemrov Kalsel, per 5 September 2019, yakni Bank Kalsel Rp20.290.069.766, PT. Jamkrida Kalsel Rp239.425.953, PT. Askrida Rp350.497.740 dan PT. Bangun Banua Rp828.276.527.

Adapun, langkah-langkah pembinaan selanjutnya terhadap BUMD di Kalsel, yakni konsolidasi data-data dan inventarisasi permasalahan yang dihadapi oleh BUMD Kalsel. Kemudian, membantu dalam mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

Kedua, rapat koordinasi dan evaluasi terhadap kinerja keuangan maupun kinerja SDM BUMD Kalsel.

Lalu, memonitoring dan peninjauan langsung di lapangan untuk sinkronisasi dan rekonsiliasi data yang telah disampaikan kepada Biro Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah.

“Kita melakukan koordinasi dan pemuktahiran data terhadap kinerja BUMD,” pungkasnya.

Baca Juga: Resmi, Gebyar Haornas ke-36 2019 di Banjarmasin Dimulai

Baca Juga: Zainal Dirawat Di Madinah, Inilah Harapan Keluarga dari Marabahan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Pekan, Polisi Banjarmasin Timur Sita Puluhan Motor Pembalap Liar
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Siang Hari 6 Wilayah di Kalsel Diguyur Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Soroti Pembagian Disinfektan di Kecamatan, Faisal: Bisa Diganti dengan Kebijakan Konkrit
Tugboat

Kab. Tanah Laut

Penyebab Tugboat CPO Kelapa Sawit Terbalik di Tanjung Dewa Tala
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Raih Juara 7 di MTQ Nasional Tingkat Kalsel, Bupati HST: Tidak Perlu Berkecil Hati
apahabar.com

Kalsel

Ditemukan 19 Orang Reaktif di Pasar Wangkang Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Pasar Wirang Tabalong Gagal Terlaksana Karena Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com