Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Penderita ISPA di Batola Berpotensi Meningkat

- Apahabar.com Senin, 9 September 2019 - 14:37 WIB

Penderita ISPA di Batola Berpotensi Meningkat

Meski tidak sepenuhnya mengatasi, penggunaan masker dapat mengurangi efek asap dari pembakaran lahan. Foto-ACT

apahabar.com, MARABAHAN – Ribuan warga Barito Kuala tercatat sudah diserang Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Tidak hanya kabut asap, penyakit ini disebabkan kondisi lain.

Dalam sebulan terakhir, beberapa titik api bermunculan di Batola. Paling parah terjadi di Kecamatan Jejangkit, Kuripan, Tabukan, Marabahan, Rantau Badauh, Bakumpai, Alalak dan Mandastana.

ISPA pun mulai menyerang warga, mengingat udara dikotori asap, terutama sejak subuh hingga pagi. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun sulit menghindar dari penyakit yang menyerang hidung, sinus, faring dan laring ini.

Gejala umum ISPA antara lain hidung tersumbat dan pilek, batuk kering, demam ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, kesulitan bernapas, kulit berwarna kebiruan, dan sinusitis.

“Namun tak hanya asap yang menyebabkan ISPA. Perubahan musim dari hujan ke kemarau juga menyebabkan penyakit ini,” jelas Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Batola, Hj Aida Hairiah, Senin (9/9/2019).

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Batola sejak Januari hingga Juli 2019 dari 17 Puskesmas, sekitar 13.654 warga berusia 5 tahun keatas terserang ISPA.

Selama tujuh bulan terakhir, serangan terbanyak terjadi sepanjang Januari, Februari dan Mei yang menyentuh angka lebih dari 2.000. Sementara Juni 2019 atau menjelang peningkatan intensitas kabut asap, ISPA diderita 1.998 warga.

Namun khusus pasien berusia 0 hingga 5 tahun, terjadi peningkatan dalam rentang Januari hingga Juli 2019. Angka tertinggi terjadi Februari 2019 sebanyak 1.023.

Kemudian mulai Juli atau menjelang peningkatan intensitas kabut asap, balita yang diserang ISPA di Batola mencapai 955 orang.

“Untuk sementara kami baru mengantongi data hingga Juli 2019. Mengingat situasi sekarang, kenaikan jumlah pasien berpotensi terjadi selama Agustus dan September,” papar Aida.

“Untuk menghindari ISPA, kami menganjurkan warga menggunakan masker setiap keluar rumah. Tersedia masker gratis yang dapat diambil di Puskesmas terdekat,” imbuhnya.

Selain serangan ISPA, penyakit yang muncul selama pergantian musim adalah diare. Dalam rentang April hingga Juli 2019, tercatat 2.373 warga Batola terserang diare.

“Pola hidup sehat menjadi kunci utama mengantisipasi diare. Seperti menjaga kebersihan lingkungan, BAB di tempat yang seharusnya dan mencuci tangan sebelum makan,” tandas Aida.

Baca Juga: 12.373 Warga Tanbu Terkena ISPA

Baca Juga: 153 Orang Dirawat Karena ISPA, Dinkes Banjar Belum Kantongi Data

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kadinkes Tapin Jelaskan 2 Pasien Remaja yang Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Bakal Jadi Tuan Rumah TWKM Nasional ke- 31
apahabar.com

Kalsel

Apes! Jual Sabu ke Polisi, Lelaki Ini Langsung Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Prediksi BMKG, Hujan Belum Beranjak dari Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pengamat: Pencoretan Ulin Mengesampingkan Aspek Ekologi dan Silvikultur
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci, MUI Kalsel: Pahala Haji Dihitung!

Kalsel

Laporan Puar Soal Ijazah Ketua DPRD Banjar ke Polisi Dipertanyakan
apahabar.com

Kalsel

Kecewa dengan Kepsek, Puluhan Ortu Siswa Datangi Polresta Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com