Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Penjelasan BPBD Kalsel Belum Perlu Tanggap Darurat Karhutla

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 12:03 WIB

Penjelasan BPBD Kalsel Belum Perlu Tanggap Darurat Karhutla

Kabut asap menyelimuti wilayah Banjarbaru, Kalsel. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Lahan terdampak Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel terus bertambah.

Belakangan turut berimbas pada peningkatan status siaga di Kota Banjarbaru. Dari sebelumnya darurat bencana menjadi tanggap darurat bencana Karhutla.

“Siaga darurat bencana menjadi siaga tanggap darurat bencana dengan peningkatan itu biasanya dilakukan selama 14 hari,” ujar Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin kepada apahabar.com, Kamis (19/09) pagi.

Namun, jika waktu yang ditentukan yaitu 14 hari tidak cukup maka akan dilebihkan. Peningkatan status dilakukan sejak Senin 16 September kemarin.

apahabar.com

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin saat ditemui apahabar.com di kantornya, Kamis (19/9) pagi. apahabar.com/Fida

“Kalau 14 hari kurang bisa ditambah, dan Pemkot Banjarbaru bisa menggunakan dana tak terduga,” sambungnya.

Dana tak terduga yang dimaksud adalah dana cadangan untuk keadaan darurat.

Dana ini bisa digunakan untuk pengadaan bahan makanan, obat obatan, peralatan atau apa saja yang berkaitan dengan keadaan terkini.

Lebih lanjut ia menuturkan dana tidak terduga itu juga akan digunakan untuk menanggulangi masalah terdampak ekonomi.

“Yang mengganggu ekonomi misal seperti transportasi, supaya asap tidak mengganggu penerbangan, sekolah dan kesehatan,” lanjutnya.

Untuk di Kalsel sendiri daerah tanggap darurat Karhutla baru Banjarbaru, daerah paling terdampak Karhutla.

“Karena ada bandara ya, jika penerbangan delay berdampak ke bandara selanjutnya dampak dominonya ada,” ujarnya lagi.

Apabila ada dua kabupaten di Kalsel siaga tanggap darurat maka Pemprov baru akan menetapkan hal yang sama.

“Akan tetapi saya rasa di Kalsel tidak sampai 2,” jelasnya.

Untuk diketahui per 17 September, luasan hutan dan lahan terbakar di Kalsel mencapai 4.419,15 hektar.

Dengan rincian lahan terbakar seluas 4.203,6 hektar, atau sebanyak 1.393 kasus dan hutan 115,55 hektar atau 24 kasus.

Sementara, pada hari ini terdeteksi 120 titik, di mana wilayah Kota Banjarbaru 4 titik, Banjarbaru Utara 1, Landasan Ulin 1, dan Liang Anggang 2.

Di luar itu, secara umum, peningkatan status Karhutla telah terjadi di provinsi Kalteng.

Per 18 September kemarin, pemerintah setempat meningkatkan status karhutla di wilayahnya menjadi tanggap darurat.

Status itu guna mempermudah penanggulangan karhutla dan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada warga.

Baca Juga: Sibuk Tangani Karhutla, Kapolda Kalsel Sempatkan Jadi Koki Dadakan

Baca Juga: Kapolres Kobar Pimpin Giat Patroli Malam Karhutla

Baca Juga: Polres Kobar Tetapkan 11 Tersangka Kasus Karhutla, Satu di Antaranya IRT

Baca Juga: Update Karhutla Kalsel 2019: Sudah Hanguskan 4.419,15 HektarĀ 

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Darah

Kalsel

Stok Darah di Banjarmasin Menipis, Bixmo Ikut Donor
apahabar.com

Kalsel

Berita Duka, Mertua Paman Birin Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Eksotisme Gua Keramat Suku Dayak di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Lantik Bintara TNI AD, Pangdam VI/Mulawarman Ingatkan Bijak Gunakan Sosial Media
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Bapak-Anak Meninggal Kesetrum Saat Banjir di Martapura
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Hujan Kembali Mengguyur
apahabar.com

Kalsel

7 Kali Raih Adipura, Pemkab Banjar Arak Keliling Kota
apahabar.com

Kalsel

Imbau Warga Pelaihari, Polisi Bentangkan Spanduk Larangan Bakar Lahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com