Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Peran Penting Perempuan di Lembaga Legislatif

- Apahabar.com Senin, 9 September 2019 - 05:45 WIB

Peran Penting Perempuan di Lembaga Legislatif

Perempuan mendorong kaumnya masuk ranah parlemen. Foto-tempo.co

apahabar.com, JAKARTA – Keberadaan perempuan kadang masih di pandang sebelah mata. Begitu juga ketika kaum hawa masuk ranah legislatif.

Tapi apa kata Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKo) Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) Feri Amsari terkait keberadaan perempuan di parlemen.

Ia melihat ada 3 alternatif penting yang bisa digunakan perempuan dalam MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Di samping sejumlah pihak yang mendorong keterwakilan perempuan pada kursi pimpinan dan alat kelengkapan dewan (AKD).

“Setidaknya ada tiga alternatif yang bisa digunakan untuk perempuan di parlemen. Pertama sebagai alternatif aspirasi publik kepada perwakilan rakyat,” ujar Feri.

Ia mengatakan, biasanya selama ini anggota DPR/DPD yang mengutamakan laki-laki, selalu gagal menampung aspirasi publik dengan baik. Contohnya, beberapa undang-undang yang akhir-akhir ini dibicarakan justru tidak menampung aspirasi publik.

Feri melanjutkan, mestinya perempuan di parlemen tampil menjadi alternatif lain untuk menampung aspirasi. Anggota dewan perempuan mesti mampu menampung aspirasi. Kalau DPR/DPD itu terlalu pro kekuatan partai, kata dia, perempuan harus pro kepentingan rakyat.

Kedua, Feri menuturkan, perempuan dapat menjadi alternatif kegagalan kinerja parlemen memenuhi fungsi tugas. Fungsi utama anggota dewan yaitu legislasi atau membuat undang-undang. “Prolegnas itu selalu gagal, apalagi yang prioritas. Yang prioritas gagal dipenuhi, tiba-tiba yang tidak prioritas naik di tengah jalan hanya untuk menghancurkan sebuah lembaga,” kata Feri.

Ia melanjutkan, mestinya kekuatan perempuan di parlemen tampil untuk mengisi kekosongan itu. Bahkan, ia mengusulkan jika Rancangan Undang-undang (RUU) berasal dari individu dewan agar nama anggota legislatif itu ditulis dalam pengusulan RUU tersebut. “Kenapa ini perlu? Supaya tahu siapa yang bekerja rajin. Siapa yang //congornya di televisi lebih nyaring dibanding kerjanya, nanti akan ketahuan yang banyak kerja perempuan,” tutur Feri.

Sehingga, publik merasakan keterwakilan kelompok perempuan di parlemen dan tahu kehadiran perempuan itu penting. Sebab, menurut dia, publik merasa hampa dengan keterwakilan laki-laki di parlemen yang selalu gagal menampung aspirasi masyarakat.

Ketiga, perempuan harus menjadi alternatif pimpinan di parlemen. Kalau tidak ada maka akan sulit perimbangannya. Kalau tidak tak ada keseimbangan, tak ada alternatif suara berbeda antara anggota dewan laki-laki dan perempuan.

Feri mengungkapkan, yang menarik misalnya, perempuan itu selalu menjadi komponen terhadap kerja negatif parlemen secara umum. Misal, apabila mayoritas pihak menyuarakan pelemahan KPK, anggota perempuan harus menyuarakan penguatan KPK.

“Naik harga BBM (Bahan Bakar Minyak, Red), perempuan menyuarakan harga BBM tidak naik. Abai terhadap keselamatan perempuan pekerja, perempuan harus tampil sebaliknya,” tuturnya.

Ia menambahkan, alasan harus ada alternatif itu karena konsekuensinya bagi publik berbeda. Anggota perempuan lebih mengerti aspirasi masyarakat dan mayoritas penduduk Indonesia pun adalah perempuan.

Feri mengatakan, berbagai pihak tentunya harus menjalankan amanat keterwakilan perempuan di parlemen. Hal itu sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 82/PUU-XII/2014, yang memutuskan untuk mengutamakan keterwakilan perempuan di dalam pimpinan AKD adalah sesuatu yang mesti diwujudkan. “Bagaimana menggagasnya? sudah ada putusan MK. Saya pikir itu, mudah-mudahan DPR mematuhi putusan MK,” kata dia.

Baca Juga: Debat Final Caketum Hipmi, Mardani H Maming Siap Maksimalkan Revolusi Industri 4.0

Baca Juga: KLHK Tingkatkan Kesiapsiagaan Atasi Karhutla di Bulan September

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terjerambab, Tiga Warga Tewas Dalam Satu Sumur
FPI

Nasional

Soal Larangan Akses Konten FPI, Berikut Penjelasan Polri
FPI

Nasional

Komnas HAM: Petugas Langgar HAM dalam Penembakan 4 Laskar FPI
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Belum Berencana Panggil Anji
apahabar.com

Nasional

Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?
apahabar.com

Nasional

Diguncang Gempa, Ratusan Rumah Rusak di Solok Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Penetapan Ganja Sebagai Tanaman Obat Bukan Kewenangan Kementan
Update Covid-19 di Indonesia: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal Dunia1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com