3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

PMI Batola Bagi-bagi Air Minum

- Apahabar.com Minggu, 29 September 2019 - 12:26 WIB

PMI Batola Bagi-bagi Air Minum

Warga di Kecamatan Tamban mengantre air minum yang didistribusikan PMI Barito Kuala. Foto-PMI Barito Kuala

apahabar.com, MARABAHAN – Warga Kecamatan Tamban yang mengalami krisis air minum, sedikit terbantu berkat bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Barito Kuala.

Bekerjasama dengan PMI Kalimantan Selatan dan PMI Tamban, bantuan tersebut berupa 5.000 liter air minum yang diangkut satu buah mobil tangki.

Warga yang mendapat kesempatan pertama menerima bantuan berdomisili di Desa Purwosari 1, Sabtu (28/9).

“Oleh karena masih tersedia, warga desa lain juga sempat kebagian. Direncanakan program bantuan ini berlangsung sampai kondisi air kembali normal,” jelas Budi Arif, Kepala Markas PMI Batola.

“Untuk sementara kami hanya menurunkan satu mobil tangki. Tetapi kalau masih kurang, kami menggunakan mobil tangki lain dengan kapasitas yang sama,” imbuhnya.

Tidak hanya Tamban, bantuan tersebut juga menyasar kecamatan terdekat seperti Mekarsari, Anjir Pasar dan Anjir Muara.

“Tidak tertutup kemungkinan ke kecamatan lain, karena hampir semua merasakan kesulitan air minum akibat kemarau yang cukup panjang,” beber Budi.

“Kami berencana turun setiap dua hari sekali. Namun kalau krisis semakin parah, kami siap mendistribusikan air minum setiap hari di daerah-daerah berbeda,” tegasnya.

Seiring musim kemarau yang cukup panjang, intrusi air laut ke Sungai Barito semakin meluas dalam beberapa pekan terakhir.

Setelah hanya melingkupi kawasan Tabunganen, Tamban, Anjir Muara dan sebagian Alalak, air asin bahkan sudah mencapai Marabahan.

Situasi itu pun berimbas kepada kualitas air PDAM Batola yang masih menggunakan air Sungai Barito sebagai bahan baku. Dalam waktu tertentu, air yang harus dinikmati warga berasa sedikit asin.

Berbeda dengan air asam, air asin sulit ditanggulangi. Sementara teknologi desalinasi yang diyakini mampu membuat air asin menjadi tawar, juga tidak murah.

Baca Juga: Forum Rektor Indonesia Dukung Penyampaian Aspirasi dan Penguatan UU KPK

Baca Juga: Belum Sepekan, Sudah Ribuan Warga di Banjar Terjangkit ISPA!

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin PSBB, Rumah Banjar Tunggu Intruksi Pemprov
apahabar.com

Kalsel

Perkantoran Rawan Jadi Kluster Covid-19, IDI Keluarkan Imbauan
apahabar.com

Kalsel

Upaya Hujan Buatan di Kalsel Masih Terkendala
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kabupaten Banjar; 58 ODP, 1 PDP Dirujuk ke RSUD Ulin
apahabar.com

Kalsel

Tak Gaji Sesuai UMP, Dewan Kalsel: Kita Akan Panggil!
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: Banjarmasin Tambah 51 Pasien Positif, Total Terinfeksi Corona Kini 3.006 Orang
apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin yang Ngamuk Saat Razia Masker Disanksi Polisi
apahabar.com

Kalsel

Gas Melon Langka, Pedagang Kecil Menjerit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com