UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Polda Jatim Tetapkan Veronica Tersangka Hoaks Asrama Mahasiswa Papua

- Apahabar.com Rabu, 4 September 2019 - 17:07 WIB

Polda Jatim Tetapkan Veronica Tersangka Hoaks Asrama Mahasiswa Papua

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (tengah) saat memberikan keterangan pers didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho (kiri) di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu (04/09/2019).  Foto - Istimewa/Humas Polda Jatim

apahabar.com, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks dan provokasi di media sosial terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Jalan Kalasan Surabaya.

Dilansir apahabar.com dari Antara, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Surabaya, Rabu (04/09), mengatakan Veronica yang juga kuasa hukum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu dianggap ikut memprovokasi aksi pengepungan di AMP Surabaya hingga memantik demonstrasi berujung rusuh yang terjadi di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat.

“Dia ini adalah orang sangat aktif yang membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoaks,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda setempat.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, Veronica ditetapkan menjadi tersangka setelah pihaknya mendalami bukti-bukti yang ada serta memeriksa enam saksi.

“Dia (Veronica) ini aktif dan setiap kejadian di Jatim berkaitan dengan masalah Papua. Yang bersangkutan selalu berada di tempat. Desember yang bersangkutan pernah bawa dua wartawan asing,” ucapnya.

Kapolda menjelaskan saat kejadian di AMP Surabaya, Veronica tidak ada di tempa,t tapi aktif menyebarkan hoaks dan provokasi di media sosial Twitter.

“Pada saat kejadian kemarin yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di media sosial Twitternya yang bersangkutan sangat aktif mengajak memprovokasi. Ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan di Jayapura pada 18 Agustus 2019,” katanya.

Polda Jatim, kata dia, juga menduga peristiwa kerusuhan di beberapa daerah Papua karena keterlibatan langsung dari Veronica Koman melalui postingan provokatifnya di Twitter.

“Peristiwa di Papua tanggal 18, 19 Agustus sangat kuat sekali dia ini ikut terlibat secara langsung di media sosial sehingga kami putuskan menjadi tersangka. Ini salah satu yang aktif melakukan provokasi,” tegasnya.

Sebagai tersangka, polisi menjerat Veronica dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, lalu UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras.

Baca Juga: Keluarga Korban Crane Tunggu Santunan Pemerintah Arab Saudi

Baca Juga: Tragedi Papua, Jadikan Pelajaran Berharga

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Potret Ibu Kota, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Sedunia
apahabar.com

Nasional

Pesawat Ukraina Jatuh Terkena Rudal, Presiden Iran: Kami Tak Sengaja
apahabar.com

Nasional

Indonesia Akan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem Itu Hoaks

Nasional

Merdeka Belajar Ala Kemendikbud, Bagaimana Penerapannya?
apahabar.com

Nasional

Hari Listrik Nasional 27 Oktober, Pemadaman Masih Sering Terjadi
Jokowi Kembali Tegaskan Kebijakan Tak Mau Lockdown, berikut Alasannya

Nasional

Jokowi Kembali Tegaskan Kebijakan Tak Mau Lockdown, berikut Alasannya
apahabar.com

Nasional

Blokir Akses Internet di Papua, Presiden Dianggap Melanggar Hukum
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sapa Warga Palangkaraya dan Kupang, Prabowo ke Yogyakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com