Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Polda Kalsel Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Leasing, Intip Modusnya

- Apahabar.com Rabu, 4 September 2019 - 22:25 WIB

Polda Kalsel Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Leasing, Intip Modusnya

Anggota Unit Ranmor Polda Kalimantan Selatan menunjukkan barang bukti mobil bodong yang disita. Foto: ANTARA/Firman

apahabar.com, BANJARMASIN – Sembilan unit mobil berbagai merek dari berbagai daerah di pulau Jawa berhasil disita jajaran Unit Ranmor Subdit 3 Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel.

Semua mobil tadi diduga kuat hasil kejahatan alias “bodong” dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

“Ini sindikat penipuan dan penggelapan mobil leasing yang sengaja memasok barangnya ke Kalimantan Selatan,” kata Kepala Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum, Rabu.

Sejauh ini, ada empat tersangka yang diringkus. Yakni, Hari, Junai, Utai dan Budi.

Keempatnya berperan mengubah identitas dokumen mobil dari Jawa untuk dibawa ke Kalimantan Selatan.

“Jadi semua dokumen telah dipalsukan dari Jawa, sehingga saat tiba di sini tinggal dijual kepada pembeli yang berminat. Kemudian ada juga yang buat dipakai pribadi,” kata Nugroho.

Terungkapnya sindikat penggelapan mobil dengan modus mobil dari perusahaan pembiayaan atau leasing itu bermula dari penyitaan satu unit mobil di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

“Kami terima informasi ada mobil dicurigai bodong di Pelaihari, kemudian diselidiki ternyata jaringan dari Jakarta. Setelah dikembangkan terus terbongkarlah sindikat ini,” kata dia.

Atas kasus tersebut yang kerap diungkap pihaknya, dia kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah membeli kendaraan bekas dengan harga murah.

Disarankan untuk mengecek keaslian dokumen kendaraan di Polda atau Polres setempat guna memastikan STNK dan BPKB asli agar tak tertipu membeli mobil bodong.

“Dari mobil-mobil yang disita ini, kisaran harga belinya antara Rp40 juta hingga Rp100 juta. Padahal di pasaran, harga normalnya jauh di atas itu,” kata dia.

Baca Juga: Dituntut 15 Tahun, Pencabul Anak Tiri di Teweh Minta Ampun

Baca Juga: Fakta-Fakta OTT Beruntun KPK, Dua-duanya Terkait Suap

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Eksepsi Dikabulkan, Tuntutan Jaksa Terhadap Ansharuddin Rontok
apahabar.com

Hukum

Pelaku Ujaran Kebencian Meminta Maaf Kepada Jemaah Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Hukum

Beri Imbalan Rp 16 Ribu, Tukang Rumput Cabuli Anak di Bawah Umur
apahabar.com

Hukum

Sepekan Operasi Patuh Intan, Tanpa Helm Dominasi Pelanggaran di Batola
apahabar.com

Hukum

Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba di Hotel Bersama Remaja
apahabar.com

Hukum

KPK Upayakan Tuntutan Maksimal Kasus Suap di Daerah Bencana
apahabar.com

Hukum

Garang Saat Todongkan Senjata, Dua Pelaku Begal di Banjarmasin Timur Menangis Ketika Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Komplotan Pengedar Narkoba Lintas Daerah Diamankan Polres Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com