Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI SMP Swasta di Banjarmasin Belajar Tatap Muka, Berikut Daftar Lengkapnya

Polemik Jatah Solar Bersubsidi, Dewan Barut Janji Panggil Pemilik SPBU dan APMS

- Apahabar.com Selasa, 17 September 2019 - 17:17 WIB

Polemik Jatah Solar Bersubsidi, Dewan Barut Janji Panggil Pemilik SPBU dan APMS

Anggota DPRD Barut Milyar menerima kedatang sejumlah sopir yang keberatan dengan adanya jatah BBM solar. Foto-apahabar.com/M Nasution

apahabar.com, MUARA TEWEH – Surat edaran BPH Migas terkait pengendalian kuota jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT), menimbulkan polemik antara sopir dump truck dan pemilik SPBU dan APMS di Barito Utara (Barut) Kalteng.

Para sopir mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar solar akibat adanya surat edaran BPH Migas nomor 3685 E/KA BPH/2019 tersebut.

Mereka mengaku keberatan dengan pembatasan jatah BBM berupa solar bersubsidi yang hanya dijatahi 30 liter per hari. Lantas, mereka pun mendatangi kantor DPRD Barut.

Kedatangan mereka disambut anggota DPRD Barut H Muhyar Samsi. Dihadapa para supir, ia berjanji akan memanggil pemilik SPBU dan APMS yang ada di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

“Kami akan memanggil semua pemilik SPBU dan APMS yang ada di Barito Utara untuk mencari solusi. Agar kebutuhan para pemilik dan sopir truk bisa terpenuhi. Sehingga ke depan tidak ada gangguan pembangunan di daerah kita,” kata Milyar, Selasa (17/09).

Keberadaan angkutan jenis dump truck di Barut sangat menunjang percepatan pembangunan. Dikhawatirkan jika jatah BBM dibatasi, mereka tidak bisa beroperasi.

“Dan kalau truk tidak beroperasi, maka selain yang rugi pemilik dan sopir. Tapi juga daerah dan masyarakat. Oleh karena itu perlu segera nya dewan memanggil para pemilik SPBU dan APMS,” kata Milyar.

Kebutuhan solar bagi sopir truck notabene antara 50-60 liter perhari. Jika beli di SPBU jauh lebih murah dari eceran. Jika di SPBU/APMS harga solar hanya Rp5.150 per liter, sedangkan di eceran Rp10.000-11.000 per liternya.

Aksi penyampaian aspirasi ini mendapat kawalan dari Polres Barut. Sehingga dapat berjalan kondusif. Para sopir dan pemilik truk pulang dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi tersebut.

Baca Juga: DPRD Barut Usulkan Pimpinan Definitif ke Gubernur

Baca Juga: Karhutla di Kalteng Ancam Ribuan Orang Utan di TNTP

Reporter: AHC17
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

3 Pasien Covid-19 di Barut Sembuh, Gugus Tugas: Waspada OTG
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Waspada Rabies, Ratusan Hewan Piaraan Warga Divaksin
apahabar.com

Kalteng

Elpiji 3 Kg di Palangka Raya Melimpah
apahabar.com

Kalteng

Mahasiswa UGM Tenggelam di Sungai Rungan Kalteng, Pencarian Masih Dilakukan
apahabar.com

Kalteng

Kalapas Palangkaraya: Kami Siap Bantu BNNP Bongkar Jaringan Narkoba di Dalam Lapas
apahabar.com

Kalteng

Jasad Tamu dari Jakarta di Kapuas Langsung Dimakamkan
apahabar.com

Kalteng

Latihan Dalmas Polres Kapuas, Libatkan Polwan sebagai Negosiator
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Berharap Aparat Menindak Tegas Pembakar Lahan Tanpa Pandang Bulu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com