7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Polisi Tahan Tri Susanti, Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

- Apahabar.com Selasa, 3 September 2019 - 09:26 WIB

Polisi Tahan Tri Susanti, Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

Tersangka kasus hoaks yang memicu pengepungan Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya Tri Susanti (tengah) sebelum menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim di Surabaya, Senin (02/09/2019). Foto-Antara/Willy Irawan

apahabar.com, SURABAYA –Polisi akhirnya menahan Tri Susanti alias Mak Susi, koordinator lapangan (Korlap) aksi saat insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam.

Seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Kuasa Hukum Tri Susanti, Sahid, usai pemeriksaan di gedung Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa dini hari mengatakan penahanan kliennya terhitung sejak pukul 00.00 WIB.

“Ya, sementara Bu Susi, ditahan untuk satu kali 24 jam,” ujarnya.

Dari pemeriksaan yang digelar selama 12 jam itu, kata dia, kliennya dicecar 37 pertanyaan oleh penyidik.

Ia mengaku dirinya dan tim kuasa hukum merasa kecewa Susi ditahan kendati hanya satu kali 24 jam.

Menurut dia, hal ini tidak berdasarkan syarat penahanan yang diatur Pasal 21 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Ya, sebenarnya saya sebagai tim kuasa hukum ini sangat kecewa karena sudah jelas dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 itu kan tidak harus ditahan,” katanya.

Selain itu, dia juga menyebut pasal yang dikenakan Susi pun tidak memenuhi syarat penahanan karena ancamannya masih di bawah lima tahun penjara.

Sahid juga menegaskan kliennya tidak berpotensi menghilangkan barang bukti, melarikan diri, apalagi berbuat tindak pidana lainnya sehingga seharusnya polisi tidak memiliki alasan menahan kliennya.

“Jadi unsur subjektifnya sudah tidak terpenuhi, kecuali dibuka dan ada kekhawatiran dari pihak kepolisian (Susi) akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti atau diduga ada indikasi melakukan tindak pidana, padahal tidak ada,” kata dia.

Sebelumnya polisi telah menetapkan Susi sebagai tersangka dan dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

Baca Juga: Hari Ini, Kapolri dan Panglima TNI Bertolak ke Papua

Baca Juga: Panglima TNI Akan Berkantor di Papua Sampai Kondisi Aman

Baca Juga: Merasa Tertipu, Pendemo di Papua Menyesal

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aa Gym Bicara Aksi Anti-Omnibus Law Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Persiapan Kampanye Akbar Jokowi di Banjarmasin, Stadion 17 Sudah 70 Persen
apahabar.com

Nasional

Cawapres Sandiaga Minta KPU Tak Kejar Tayang Selesaikan Penghitungan Suara
apahabar.com

Nasional

Shopee Hapus Layanan Penjualan Uang Baru Rp75.000
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tapin Sangkal Klaim KLHK soal Kawasan Hidrologis Gambut
apahabar.com

Nasional

Tak Puas, Ratusan Perempuan Banjar Pilih Menjanda..!!
apahabar.com

Nasional

Hasil Visum Polisi: Levie Alami Kekerasan Fisik sebelum Meregang Nyawa
apahabar.com

Nasional

Abu Vulkanik Hujani Cilegon, Warga Diimbau Pakai Masker  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com