Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Ratusan Artefak Dayak Pukau Pengunjung Pameran di Swiss

- Apahabar.com Sabtu, 28 September 2019 - 15:32 WIB

Ratusan Artefak Dayak Pukau Pengunjung Pameran di Swiss

Artefak kebudayaan Dayak meliputi pisau apang (mandau), tato etnik, pakaian perang, peti jenazah, serta patung kayu ditampilkan dalam pameran "Dayak: The Art of Head-Hunters" di Museo delle Cultura, Lugano, Swiss selama 9 bulan dari tanggal 28 September sampai 17 Mei 2020. Foto – Antara/HO KBRI Bern

apahabar.com, BERN – Ratusan artefak kebudayaan Dayak meliputi pisau apang (mandau), tato etnik, pakaian perang, peti jenazah, serta patung kayu ditampilkan dalam pameran Dayak: The Art of Head-Hunters yang diadakan di Museo delle Cultura, Lugano, Swiss.

Fungsi Pensosbud KBRI Bern, Swiss, Ruth Yohanna, di London usai pembukaan pameran tersebut, Jumat (27/09) mengatakan KBRI Bern menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh pada pelaksanaan pameran ini.

“Dayak adalah salah satu etnis tua Indonesia yang masih terjaga dengan baik, kami sangat bangga bisa menyaksikan pameran budaya Dayak di Swiss ini, ujarnya.

Artefak-artefak itu akan dipajang selama sembilan bulan dari tanggal 28 September 2019 sampai 17 Mei 2020.

Paolo Maiullari, seorang kurator dari Swiss bekerja keras meneliti budaya Dayak dan mengumpulkan artefak sejak awal tahun 2000-an.

“Kami ingin warga Swiss melihat sisi lain dari budaya Dayak, jadi kami menata pameran kontemporer ini dari sudut pandang orang Dayak sendiri,” ujarnya dalam siaran pers.

Upaya Paolo keluar-masuk hutan Kalimantan berbuah manis, para pengunjung yang hadir berdecak kagum melihat ratusan artefak yang dipajang, kata Ruth.

Museo delle Cultura di Lugano merupakan museum yang berfokus pada pelestarian kebudayaan kuno.

Diinisiasi oleh Serge Brignoni (1903-2002) yang berminat pada ukiran kayu dari Kalimantan, Museo delle Cultura menjadi museum dengan koleksi patung dan ukiran Dayak yang paling lengkap di dunia.

Baca Juga: Kapolda Sultra, Riau dan Papua Dicopot

Baca Juga: Mendikbud Sebut tak Ada Sanksi Pelajar Ikut Demo

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar,com

Nasional

Ketua GP Al Washliyah Sorot Video Mesum Mahasiswi Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Jokowi Mau Tambah Menteri, Ketua KPK: Sudah Terlalu Banyak
apahabar.com

Nasional

Jenazah Aa Jimmy Dimakamkan di TPU Sirnalaya
apahabar.com

Nasional

Jangan ‘Jajan’ Sembarang, Waspada Sifilis
gempa bumi

Nasional

Gempa Sulbar M 6,2: Tiga Tewas, Kantor Gubernur Sulbar Rusak Berat
apahabar.com

Nasional

I2 Ungkap 10 Pilkada yang Ramai Disorot Media Online
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Kampung Tempat Tewasnya 7 Warga di Sukajaya
apahabar.com

Nasional

Bank Dunia Setujui Pendanaan 700 juta Dolar untuk Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com