BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Sambut Silaturahmi IPNU-IPPNU, Pengajar Manbaussa’adah; ke-NU-an akan Jadi Mata Pelajaran

- Apahabar.com Senin, 16 September 2019 - 11:12 WIB

Sambut Silaturahmi IPNU-IPPNU, Pengajar Manbaussa’adah; ke-NU-an akan Jadi Mata Pelajaran

PAC IPNU-IPPNU Karang Intan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Manbaussa’adah di Desa Sei Alang pada Minggu (15/9). Foto-IPNU-IPPNU for apahabar.com

apahabar.com, KARANG INTAN – Semakin maraknya faham-faham di luar Aswaja menyerang para remaja, membuat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Karang Intan turun langsung ke pesantren-pesantren di lingkungannya. Pada Minggu (15/9/2019) kemarin, mereka mengunjungi pesantren (Ponpes) Manbaussa’adah di Desa Sei Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Dalam kunjungan itu, Pengurus PAC IPNU-IPPNU Karang Intan mensosialisasikan fungsi Badan Otonom NU dalam menjaga tradisi Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja).

“Sosialisasi ini lebih kami tekankan mengenai faham Wahabi yang sekarang mulai menargetkan para remaja dengan kata imbauan Hijrah dan Hizbut Tahrir dengan bendera dan ikat kepala bertuliskan tahlil yang berpotensi merusak tradisi Aswaja dan kesatuan NKRI,” ujar Ketua PAC IPPNU, Isnawati.

“Karena kami tinjau di lapangan, akhir-akhir ini semakin banyak orang-orang, khususnya para remaja yang terpapar faham Wahabi dan Hizbut Tahrir secara halus,” sambungnya.

Para guru-guru pengajar Ponpes Manbaussa’adah juga mendukung dengan adanya sosialisasi ini. Bahkan mereka berpendapat, ke-NU-an bisa dijadikan salah satu materi pelajaran di Ponpes Manbaussa’adah.

“Kalau di Desa Sei Alang ini sudah diadakan Lailatul Ijtima’ (pertemuan malam) setiap bulannya. Di pertemuan inilah biasanya disampaikan mengenai NU,” ungkap salah satu pengajar, Guru Darham.

“Dan Seharusnya akan lebih efektif jika materi ke-NU an ini dijadikan mata pelajaran di sekolah, karena sekarang banyak para santri atau santriwati yang terpapar faham di luar Ahlussunnah Waljama’ah melalui handphone,” lanjutnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, Ketua PAC IPNU Karang Intan, Ahmad Ruhi Fatahillah berharap semakin banyak kader-kader muda NU di masa mendatang.

“Kami tunggu kalian di IPNU dan IPPNU,” ujarnya di akhir pertemuan itu.
Sosialisasi ini mendapat respon positif baik dari santri atau santriwati, pengajar, dan masyarakat setempat.

“Sosialisasi ini membantu kita memahami apa itu Nahdlatul Ulama dan apa itu IPNU-IPPNU. Serta perkembangan Nahdlatul Ulama dari zaman KH. Hasyim As’ari hingga sekarang, dan semoga banyak yang paham dan ikut serta dalam organisasi IPNU-IPPNU,” ungkap Nur Rahmah, salah satu santriwati Pondok Pesantren Manbaussa’adah.

Baca Juga: Haul Surgi Mufti ke-93, Jemaah Makin Membludak

Baca Juga: Jelang Haul Habib Abdurrachman Baraqbah, Panitia Gelar Rapat Gabungan

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Umat Muslim Kotabaru Laksanakan Salat Gerhana Berjemaah
apahabar.com

Habar

Fatwa Salat Idul Fitri Digodok, MUI: Hari Ini Diputuskan
apahabar.com

Habar

Masjid Kayu Berumur 6,5 Abad Kembali  Difungsikan
apahabar.com

Habar

Warganet Puji Aksi Mencegah Pembakaran Alquran di Norwegia
apahabar.com

Habar

Kewafatan Habib Merah Terbilang Mengejutkan, Begini Penuturan Murid Beliau
apahabar.com

Habar

Update Istighotsah; Guru Fadlan Ingatkan Bahaya Gibah dan Perpecahan Bangsa
apahabar.com

Habar

7 Hal Menarik di Haul Abah Guru Sekumpul Tahun Ini
apahabar.com

Habar

Segelas Teh, Cukupkah untuk Bersahur?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com