Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (I), Penembak Hasanuddin HM Diduga Dilindungi Pejabat Daerah!

- Apahabar.com Sabtu, 28 September 2019 - 14:50 WIB

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (I), Penembak Hasanuddin HM Diduga Dilindungi Pejabat Daerah!

Ilustrasi demo mahasiswa di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/dok.

apahabar.com, BANJARMASIN – Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa terkait penolakan Revisi UU KPK dan RUU KUHP terus bergulir saat ini di seluruh daerah se-Indonesia.

Tak terkecuali, di Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka menuntut, pemerintah mencabut kedua regulasi tersebut.

Namun, tahukah Anda sejarah pergerakan mahasiswa di Kalsel?

Meski berbeda substansi tuntutan dibandingkan tempo dulu, Gerakan Mahasiswa di Kalsel sudah berlangsung sejak tahun 1966 silam.

Tepatnya, pada 10 Februari 1966, mahasiswa melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Konsulat Republik Rakyat Cina (RRC) di Jalan Pecinaan (Sekarang AES Nasution).

Aksi besar-besaran kala itu, dikenal dengan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat). Di antaranya, bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya, rombak kabinet Dwikora, dan turunkan harga pangan.

Sayangnya, Staf Konsulat tak mau menerima pernyataan mahasiswa. Bahkan, menghadapi perwakilan mahasiswa dengan sikap tak sopan.

apahabar.com

Hasanudin HM. foto-net.

“Sikap ini memicu kemarahan mahasiswa,” ucap Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM, Mansyur kepada apahabar.com, Sabtu (28/9) siang.

Para demonstran pun, ujar dia, terus berjalan sambil meneriakkan yel-yel. Mereka mengutuk Komunis dan keterlibatan RRC.

Saat, rombongan massa berada di Jembatan Sudimampir (Antasari), tepatnya di pertigaan Toko Minseng terjadilah ‘Tragedi Berdarah’.

Seorang mahasiswa, Hasanuddin HM tewas tertembak dan beberapa orang mendapat luka-luka.

“Peristiwa ini tidak pernah dan tidak ada yang mengungkapkannya. Menurut berita burung yang berkembang di luaran, penembaknya kemudian mendapat perlindungan dari pejabat setempat,” bebernya.

Menurutnya, Hassanuddin HM merupakan korban pertama dalam memperjuangkan Tritura dari kalangan mahasiswa Indonesia.

“Kepadanya dianugerahkan gelar Pahlawan Ampera. Sebagai tanda penghargaan, jenazahnya pun disemayamkan di Pemakaman Pahlawan Perang Banjar,” pungkasnya.

Baca Juga: VIDEO: MIRIS !! Aksi Demo Aliansi Mahasiswa Kalsel Diwarnai Poster Nyeleneh Bertuliskan Tak Senonoh

Baca Juga: Dukung Mahasiswa, Nenek Rohana Ikut Aksi Lilin di Gedung DPRD Kalsel

Baca Juga: Demo Mahasiswa Kalsel, Dewan Sepakat Tolak Revisi UU KPK dan KUHP

Baca Juga: Tuntutan Massa Demo DPRD Kalsel: RKUHP hingga RUU KPK

Baca Juga: VIDEO: Demo Mahasiswa Kalsel, Dewan Sepakat Tolak Revisi UU KPK dan KUHP

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Di Kalsel, Polisi Siap Pelototi Pengendara yang Merokok di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Tingkat Literasi Rendah, Masyarakat Diminta Tak Terbuai dengan ‘New Normal’
apahabar.com

Kalsel

Kisah Haru Petugas Kesehatan Covid-19 di SKB Batola, Rindu Dihantui Cemas
apahabar.com

Kalsel

Pospera Serentak Laporkan Arya Sinulingga ke 27 Polda, Termasuk Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Esok, Hasil SBMPTN Diumumkan Serentak
apahabar.com

Kalsel

Tenangkan Hati, Polisi Salat Zuhur di Tengah Demo Anti-Omnibus Law Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Kotabaru Ungkap 3 Agenda Penting di Wilayahnya
apahabar.com

Kalsel

Kapolres HSU Ajak Anggota Jaga Stamina di Tengah Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com