Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (I), Penembak Hasanuddin HM Diduga Dilindungi Pejabat Daerah!

- Apahabar.com Sabtu, 28 September 2019 - 14:50 WIB

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (I), Penembak Hasanuddin HM Diduga Dilindungi Pejabat Daerah!

Ilustrasi demo mahasiswa di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/dok.

apahabar.com, BANJARMASIN – Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa terkait penolakan Revisi UU KPK dan RUU KUHP terus bergulir saat ini di seluruh daerah se-Indonesia.

Tak terkecuali, di Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka menuntut, pemerintah mencabut kedua regulasi tersebut.

Namun, tahukah Anda sejarah pergerakan mahasiswa di Kalsel?

Meski berbeda substansi tuntutan dibandingkan tempo dulu, Gerakan Mahasiswa di Kalsel sudah berlangsung sejak tahun 1966 silam.

Tepatnya, pada 10 Februari 1966, mahasiswa melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Konsulat Republik Rakyat Cina (RRC) di Jalan Pecinaan (Sekarang AES Nasution).

Aksi besar-besaran kala itu, dikenal dengan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat). Di antaranya, bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya, rombak kabinet Dwikora, dan turunkan harga pangan.

Sayangnya, Staf Konsulat tak mau menerima pernyataan mahasiswa. Bahkan, menghadapi perwakilan mahasiswa dengan sikap tak sopan.

apahabar.com

Hasanudin HM. foto-net.

“Sikap ini memicu kemarahan mahasiswa,” ucap Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM, Mansyur kepada apahabar.com, Sabtu (28/9) siang.

Para demonstran pun, ujar dia, terus berjalan sambil meneriakkan yel-yel. Mereka mengutuk Komunis dan keterlibatan RRC.

Saat, rombongan massa berada di Jembatan Sudimampir (Antasari), tepatnya di pertigaan Toko Minseng terjadilah ‘Tragedi Berdarah’.

Seorang mahasiswa, Hasanuddin HM tewas tertembak dan beberapa orang mendapat luka-luka.

“Peristiwa ini tidak pernah dan tidak ada yang mengungkapkannya. Menurut berita burung yang berkembang di luaran, penembaknya kemudian mendapat perlindungan dari pejabat setempat,” bebernya.

Menurutnya, Hassanuddin HM merupakan korban pertama dalam memperjuangkan Tritura dari kalangan mahasiswa Indonesia.

“Kepadanya dianugerahkan gelar Pahlawan Ampera. Sebagai tanda penghargaan, jenazahnya pun disemayamkan di Pemakaman Pahlawan Perang Banjar,” pungkasnya.

Baca Juga: VIDEO: MIRIS !! Aksi Demo Aliansi Mahasiswa Kalsel Diwarnai Poster Nyeleneh Bertuliskan Tak Senonoh

Baca Juga: Dukung Mahasiswa, Nenek Rohana Ikut Aksi Lilin di Gedung DPRD Kalsel

Baca Juga: Demo Mahasiswa Kalsel, Dewan Sepakat Tolak Revisi UU KPK dan KUHP

Baca Juga: Tuntutan Massa Demo DPRD Kalsel: RKUHP hingga RUU KPK

Baca Juga: VIDEO: Demo Mahasiswa Kalsel, Dewan Sepakat Tolak Revisi UU KPK dan KUHP

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Bupati Tapin Hadiri ‘Tapin Rawat Bumi With Lindungi Hutan’
apahabar.com

Kalsel

Masih Ada Pedagang Jualan di Pasar, Kades di Kotabaru Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Corona di Kalsel Berlanjut, Thermo Scanner Masih Siaga
apahabar.com

Kalsel

Polres Banjarbaru Gelar Pengamanan Salat Idul Adha
Tergenang Lagi, Drainase di Citra Garden Banjarmasin Kembali Dikeluhkan

Kalsel

Tergenang Lagi, Drainase di Citra Garden Banjarmasin Kembali Dikeluhkan
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Kembali Bertambah
Corona Tunda Festival Layang-layang Batola?

Kalsel

Corona Tunda Festival Layang-layang Batola?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com