BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (II), Massa Diduga Dikawal Batalyon K Binaan Komunis

- Apahabar.com Sabtu, 28 September 2019 - 17:38 WIB

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (II), Massa Diduga Dikawal Batalyon K Binaan Komunis

Ilustrasi demo mahasiswa di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/dok.

apahabar.com, BANJARMASIN – Gerakan Mahasiswa di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah berlangsung sejak 1966 silam.

Tepatnya, pada 10 Februari 1966, mahasiswa melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Konsulat Republik Rakyat Cina (RRC) di Jalan Pecinaan (Sekarang AES Nasution).

Aksi besar-besaran kala itu dikenal dengan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat).

Di antaranya, bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya, rombak kabinet Dwikora, dan turunkan harga pangan.

Menariknya, pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi dilakukan oleh Kesatuan dari Jawa Tengah (Diponegoro).

Dikenal sebagai Batalyon K (K disini bukan berarti Komunis, red). Melainkan, salah satu dari 3 Batalyon, yakni K, L dan M.

“Ironisnya, Kesatuan ini disusupi dan dibina oleh Komunis. Oleh sebab itu, mereka dipencar penempatannya di seluruh Indonesia,” ucap Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM Mansyur kepada apahabar.com, Sabtu (28/9) siang.

Semula Yon K dipimpin Mayor Inf. Kaderi dan Yon K/Brigif-6 Solo, membawa pasukan ke Semarang atas permintaan Kepala Biro Khusus Jawa Tengah, Sudarmo.

“Dengan tujuan memberi tekanan pada Pangdam VII/Diponegoro, Brigjen Suryosumpeno,” bebernya.

Tapi gerakan tersebut dinilai tak berhasil, karena dihalangi oleh Kie Panser Intai di Magelang.

“Pada sore harinya terjadi gerakan spontan berupa perusakan terhadap beberapa rumah dan toko milik orang Cina,” tegasnya.

Bahkan, pada 12 Februari 1966, demonstrasi semakin meluas. Ditambah keterlibatan pemuda dan mahasiswa dari Banjarbaru.

Mereka melakukan aksi coret-coret terhadap rumah dan toko milik orang Cina dengan tulisan-tulisan ‘Usir warga RRC; Ganyang PKI dan sebagainya’.

“Pemilik toko cat membuka tokonya dan mempersilakan kepada demonstran untuk mengambil cat. Guna keperluan aksi tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga: Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (I), Penembak Hasanuddin HM Diduga Dilindungi Pejabat Daerah!

Baca Juga: Candaan Satu Penumpang Lion Air Bikin Geger Penerbangan di Syamsuddin Noor

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tambah 123 Kasus, Positif Covid di Kalsel Terus Melangkah Naik
apahabar.com

Kalsel

Hadiri HUT Pepabri Kalsel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Puji Kekompakan Purnawirawan ABRI
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Pahlawan, Dandim 1006 Martapura: Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Martapura

Kabupaten Banjar

Banjir di Martapura, Warga Labuan Tabu Minta Pemkab Banjar Tinggikan Jalan
apahabar.com

Kalsel

Proyeknya Ancam Nyawa Warga, Manajemen Duta Mall Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Jejak Presiden Soeharto di Kalsel, Temui Tokoh Tamban hingga Diam-Diam ke Mandiangin
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Terima Tim Supervisi Operasi Aman Nusa II dari Mabes Polri
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah Perjuangan Rakyat Kalsel di Proklamasi 17 Mei 1949
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com