Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Selasa Siang, KPK Umumkan Tersangka Terkait Mafia Migas

- Apahabar.com Selasa, 10 September 2019 - 11:11 WIB

Selasa Siang, KPK Umumkan Tersangka Terkait Mafia Migas

Gedung KPK. Foto–akuratnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa siang akan mengumumkan tersangka terkait kasus mafia di sektor migas.

“Setelah Presiden Jokowi membubarkan Petral (Pertamina Energy Trading Ltd) pada Mei 2015 sebagai bagian dari perang pemerintah terhadap mafia migas, KPK melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri fakta-fakta hukum praktik mafia di sektor migas,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (10/09).

Hingga saat ini, ungkap Febri, KPK telah memulai proses penyidikan terkait hal tersebut.

“Informasi tentang perkara tersebut akan kami sampaikan pada publik siang ini di gedung KPK,” ucap Febri.

Sebelumnya, KPK menelaah hasil audit forensik terhadap Petral dalam pengadaan minyak pada 2012-2014.

PT Pertamina menyerahkan audit tersebut karena KPK meminta salinan hasil audit tersebut. Audit tersebut ada yang berasal dari auditor Australia dan juga audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Saat itu, mantan Menteri ESDM Sudirman Said sudah mengatakan bahwa potensi pelanggaran hukum dari audit itu akan diserahkan ke aparat penegak hukum.mo

Sudirman juga menjelaskan bahwa ada pihak ketiga di luar bagian manajemen Petral dan Pertamina yang ikut campur dalam proses pengadaan dan jual beli minyak mentah maupun produk bahan bakar minyak (BBM), mulai dari mengatur tender dengan harga perhitungan sendiri, menggunakan instrumen karyawan dan manajemen Petral saat melancarkan aksi.

Akibatnya, Petral dan Pertamina tidak memperoleh harga yang optimal dan terbaik ketika melakukan pengadaan. Pihak ketiga tersebut sangat berpengaruh dalam perdagangan minyak mentah dan BBM serta membuat pelaku usaha dalam bidang tersebut mengikuti permainan yang tidak transparan.

Petral sendiri sudah dibubarkan sejak 13 Mei 2015 lalu, tugas Petral digantikan PT Pertamina Integrated Supply Chain (ISC Pertamina) sehingga diskon yang sebelumnya disandera pihak ketiga sudah kembali ke pemerintah dan perdagangan lebih transparan serta bebas.

Mafia tersebut diduga menguasai kontrak 6 miliar dolar AS per tahun atau sekitar 15 persen dari rata-rata impor minyak tahunan senilai 40 miliar dolar AS.

Baca Juga: Akademisi Universitas Paramadina Tolak Revisi UU KPK

Baca Juga: Hari Ini, DPR Mulai Proses Uji Kelayakan Capim KPK

Baca Juga: KPK Dikhawatirkan Kehilangan Taring Jika RUU Disahkan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Caleg Diduga Cabuli Anak Sendiri Masuk DPO
apahabar.com

Hukum

Dua Tahun Buron, Buruh Serabutan di Kotabaru Diringkus Polisi
Melawan, Buron Maling Motor Rasakan Perihnya Luka Tembak

Hukum

Melawan, Buron Maling Motor Rasakan Perihnya Luka Tembak
apahabar.com

Hukum

Nunung Ditangkap, Polisi Sita Sabu 0,36 Gram    
apahabar.com

Hukum

Kisruh Pembongkaran Baliho, Polisi Periksa Eks Kasat Pol PP Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Gegara C1, Caleg PKB Tanah Bumbu Diduga Gebukin Rekan Separtai
apahabar.com

Hukum

Tadung Tak Berdaya Saat Ketahuan Selipkan Badik di Pinggang
apahabar.com

Hukum

Dua Lelaki Kepergok Saat Nimbang Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com