MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Senin Pagi, Udara Jakarta Terburuk Kedua Dunia

- Apahabar.com Senin, 23 September 2019 - 08:57 WIB

Senin Pagi, Udara Jakarta Terburuk Kedua Dunia

Kabut polusi udara menyelimuti kawasan Jakarta, Jumat (13/09). Foto – Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ibu kota DKI Jakarta kini bertengger di peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Senin (23/09) pagi.

Berdasarkan data dari laman AirVisual.com pada pukul 07.15 WIB, kualitas udara Jakarta saat ini mencapai angka 172 berdasarkan AQI atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat.

AirVisual juga mencatatkan udara Jakarta secara keseluruhan mengandung polutan PM2.5 dengan kepadatan 95,6 µg/m³.

Sedangkan pengukuran polutan PM2.5 oleh BMKG di wilayah Kemayoran pada pukul 06.00 WIB mencatatkan kepadatan polutan sebesar 47,82 µg/m³.

Kualitas udara terburuk pertama ditempati oleh Teheran di Iran dengan nilai 176 berdasarkan AQI atau setara dengan PM2.5 sebesar 305,9 µg/m³.

Pada posisi ketiga ditempati oleh Kota Karachi, Pakistan dengan status udara tidak sehat. Karachi memiliki kualitas udara dengan indeks 171 berdasarkan AQI atau setara dengan PM2.5 sebesar 76.6 µg/m³.

Kota Hanoi di Vietnam menjadi negara keempat dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI 164.

Kota Dubai di Uni Emirat Arab menempati urutan kelima untuk kualitas terburuk di dunia dengan nilai AQI 163.

Sejak Agustus 2019, masyarakat Jakarta terpaksa menghirup udara dengan kualitas udara yang tidak baik berdasarkan laporan kualitas udara di situs AirVisual.com.

Untuk meminimalisir efek negatif polusi udara terhadap kesehatan, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker bagi yang akan beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga disarankan untuk menutup jendela rumah dan menggunakan pemurni udara di dalam ruangan.

Mereka yang bepergian juga diharapkan bisa beralih ke transportasi massal atau menggunakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Kabut Asap Semakin Pekat, Pemkab Kotim Perpanjang Libur Sekolah

Baca Juga: Dampak Kabut Asap, 427 Warga Barito Utara Terserang ISPA

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Waspada Fenomena La Nina, BMKG Imbau Masyarakat Sering Cek Info Cuaca
apahabar.com

Nasional

RSD Wisma Atlet Catat 1.292 Pasien Sembuh
apahabar.com

Nasional

Berikut Alasan Presiden Kembali Naikkan Iuran BPJS
apahabar.com

Nasional

Ledakan di Polrestabes Medan Diduga Bom Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Buron 2 Tahun, Direktur Perusda di Bontang Sempat Ngojek
apahabar.com

Nasional

Humas BNPB soal Longsor Sanga-Sanga: Keruk Batu Bara Ada Aturan Mainnya
apahabar.com

Nasional

Kesemprot Gas Air Mata, Ketua DPR Gagal Temui Pendemo
apahabar.com

Nasional

BPN: Usut Pendukung Prabowo Keroyok Warga Berkaus Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com