apahabar.com
Ribuan warga Banjarmasin gelar Salat Istigosah di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi.

apahabar.com, BANJARMASIN – Maraknya peristiwa kebakaran di Kalsel, membuat ribuan warga di Banjarmasin menggelar salat dan istigosah.

Seperti diketahui, kebakaran tak hanya hutan dan lahan saja. Di Banjarmasin juga sering kali terjadi kebakaran, paling besar di pemukiman warga Alalak Selatan, Banjarmasin Utara.

Salat dan istigosah sendiri digelar di halaman parkir Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Sabtu (14/09) pagi. Ribuan warga satu-satu persatu mulai memadati area sejak pukul 07.00 Wita.

apahabar.com

Nampak pula Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Ketua MUI Kalsel Husin Nafarin, Kanwil Kemenag Kalsel Noor Fahmi serta aparat Polri dan TNI turut terlibat. Bertindak sebagai imam Ketua Komisi Fatwa MUI Kalsel, Abdul Samad Sulaiman.

Salat dan Istigosah untuk meminta ampunan kepada Allah agar terhindar dari bala bencana. “Semoga saja dengan salat dan istigosah, doa kami didengar oleh Allah,” kata Sahbirin Noor.

Terutama untuk masalah Karhutla. Paman Birin, begitu gubernur Kalsel ini akrab disapa, berdoa agar dampak kebakaran berupa asap tidak menimbulkan penyakit lainnya seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di masyarakat.

Sekaligus juga diharapkan kehadiran hikmah Allah berupa hujan segera turun dan merendahkan kabut asap yang meliputi sebagian wilayah Kalsel.

Sejauh ini, Pemprov sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi Karthula.

Upaya tersebut berupa pemadaman dan pendinginan yang dilakukan tim gabungan Karthula terdiri dari Polri, TNI dan BPBD.

“Itu akan terus kita lakukan sampai beberapa hari kedepan untuk mengurangi Karthula yang kian menyebar,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan untuk membuat parit sebagai pemutus api.

Demikian agar upaya berkelanjutan bersama unsur unsur terkait membuat api segera dipadamkan.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi menyebut, kondisi kabut asap yang saat ini mengepung sangatlah mengkhawatirkan. Saat kondisi sulit itu, ia menyebutkan untuk meminta pertolongan Allah SWT.

“Sehingga, kami merasa terpanggil untuk melaksanakan Salat Istigosah. Salat demi terlepas dari bala bencana Karhutla. Kalau ada kesulitan, dianjurkan untuk melaksanakan salat Istigosah,” katanya.

Noor Fahmi menuturkan, dengan salat tersebut diharapkan Allah SWT memberikan rahmat, hidayah, petunjuk, dan memberikan jalan keluar dari kesulitan kondisi asap.

“Kami ingin warga di kota dapat menikmati kembali kehidupan seperti biasa dengan baik serta tidak terganggu oleh kabut asap,” jelasnya.

Himbauan tersebut telah sampai ke 13 Kemenag kabupaten/kota untuk kembali meminta kepada satuan kerjanya mengikuti badan mengkoordinir serta mengarahkan massa pada Salat Istigosah.

Baca Juga: Para Istri Wartawan Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran Alalak

Baca Juga: Ratusan Juta Rupiah di Wildan Sari, Hangus Dilahap Api

Baca Juga: ACT Kalsel Ketuk Hati Dermawan untuk Korban Kebakaran Alalak Selatan

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin