Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Seusai Salat Istisqa, Hujan Menyapa Marabahan

- Apahabar.com Rabu, 25 September 2019 - 17:28 WIB

Seusai Salat Istisqa, Hujan Menyapa Marabahan

Ribuan warga Marabahan melakukan salat istisqa di Lapangan 5 Desember, Rabu (25/9). Foto - apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Doa ribuan warga Marabahan dan sekitarnya, tampaknya diijabah Allah SWT. Meski hanya beberapa menit, hujan menyapa Kota Bahalap, Rabu (25/09).

Istisqa yang dilakukan warga Marabahan berlangsung di Lapangan 5 Desember. Selain warga sekitar, baik pria maupun wanita, salat yang diimami Ustaz Fakhruddin tersebut juga diikuti Wakil Bupati Barito Kuala, Rahmadian Noor, serta siswa siswi SMAN 1 Marabahan.

Dalam khutbah singkat sesuai salat, KH Muhammad Noor mengajak masyarakat mengintrospeksi diri, terkait pelaksanaan kewajiban dan kebajikan sebagaimana perintah Allah SWT.

“Kalau menjadi pemimpin, apakah sudah bersikap adil dan bijaksana? Sebagai seorang aparat, apakah sudah bersikap jujur dan amanah? Sebagai suami atau ayah, apakah sudah memberi nafkah, pendidikan dan perhatian?” papar Muhammad.

“Sebenarnya berdasarkan tuntunan Alquran dan hadis, banyak hal yang bisa dilakukan untuk memohon hujan. Di antaranya memperbanyak istigfar, bertobat dan istiqamah,” tandasnya.

Ternyata doa ribuan orang tersebut langsung dijawab Tuhan. Setelah Marabahan dikelilingi mendung sejak pukul 11.00 Wita, perlahan titik-titik air turun dari langit mulai pukul 13.55 Wita.

Hujan pertama memang tidak terlalu lebat dan sempat terhenti sekitar 5 menit. Tidak sampai 5 menit kemudian, hujan yang lebih lebat mulai membasahi Marabahan.

Sama seperti hujan pertama, durasi hujan kedua juga tidak lama. Namun demikian, hujan tersebut sudah patut disyukuri.

“Diberi sedikit atau banyak, semua patut bersyukur. Setidaknya hujan selama beberapa menit ini membuat udara sedikit lebih segar,” papar Widya, warga Jalan Panglima Wangkang Marabahan.

Sebenarnya hujan sudah menyapa Batola sejak 20 September 2019, tepatnya di kawasan Anjir Pasar. Kemudian Alalak dan Wanaraya beberapa hari berselang.

Tidak hanya di Marabahan, sejumlah kecamatan juga telah menggelar salat istisqa dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: HST Bebas Pertambangan dan Sawit sampai 2025

Baca Juga: Sudah Definitif, Ini Penekanan Ketua DPRD Batola

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bus TNI-AD Tabrak Pengendara di Banjarmasin, Kodim 1007 Tanggung Biaya Pengobatan Korban
apahabar.com

Kalsel

Virus Monkeypox ‘Meresahkan’, Dinas Kesehatan Banjarmasin Sebar Imbauan
apahabar.com

Kalsel

20 Tahun Berkontribusi, Tim Fire dan Rescue Indocement Diganjar Penghargaan Pemkab Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Turunkan Mobil Water Canon, Jalan Poros Martapura Disemprot Disinfektan
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Horor di Pulau Laut, Sopir Sempat Lihat Percikan Api
apahabar.com

Kalsel

Kasus Pencabulan di Ponpes Limpasu HST Sempat Ditutup-tutupi
apahabar.com

Kalsel

Sempat Gaungkan #MosiTidakPercaya, BEM se-Kalsel Tak Hadiri Rapat di Rumah Banjar
apahabar.com

Kalsel

5 Hari Jelang Kemerdekaan, Gapura Ini Masih Berhias HUT ke-73
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com