Peluncuran Vaksin AS Picu Kenaikan Harga Minyak Cuaca Kalsel Hari Ini, Hujan Berpetir Masih Mengancam PPKM Mikro Saat Ramadan, ASN di Banjarmasin Diminta Lebih Proaktif Tekan Inflasi, Kalsel Atensi Sistem Supply Chain Bahan Pokok Milan Lockdown, Eh Ibrahimovic Tepergok di Restoran

Siang Hari, Tim Patroli Berhasil Menemukan 25 Titik Hotspot di Kalsel

- Apahabar.com Minggu, 1 September 2019 - 21:18 WIB

Siang Hari, Tim Patroli Berhasil Menemukan 25 Titik Hotspot di Kalsel

Pantauan Helikopter BNPB titik hotspot di Kalsel. Foto-apahabar.com/Wahyu

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih dikepung si jago merah. Kebakaran hutan dan lahan masih membayang-bayangi Bumi Lambung Mangkurat.

Terbukti, meminjam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel per 29 Agustus 2019, jumlah hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1.928,33 hektar.

Terbagi di seluruh kabupaten dan kota se-Kasel. Namun, wilayah lahan terbakar lebih masif dibandingkan hutan.

Kebakaran lahan di Kalsel, masih didominasi Kabupaten Tanah Laut sekitar 367,78 hektar. Disusul, Tapin seluas 332,66 hektar.

Banjarbaru dan Banjar berada diurutan ketiga dan keempat. Masing-masing memiliki luasan lahan terbakar sekitar 204,87 hektar dan 201,35 hektar.

“Sisanya seperti Balangan, HSS, HST, Tanah Bumbu, Kotabaru dan kabupaten lainnya,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin kepada apahabar.com, Minggu (1/9) siang.

Berdasarkan pantauan apahabar.com di lapangan menggunakan Helikopter BNPB yang diterbangkan Kapten Farris Ican, siang tadi, sekira 25 titik hotspot api masih berkobar di beberapa daerah di Kalsel.

Di antaranya, sekitar Lianganggang, Banjarbaru. Lalu, Cempaka dan Astambul, Banjar.

Selanjutnya Panyipatan, Jorong dan Kintap, Tanah Laut. Bahkan, hingga merambah ke Tanah Bumbu.

Khusus di daerah Banjarbaru dan Tanah Laut, lahan terbakar jauh lebih luas dibandingkan hutan. Rata-rata lahan yang sudah tak terpakai. Bahkan, hanya sisa jerami di persawahan.

Namun, tak sedikit kobaran api melalap buah padi milik petani. Tak hanya sampai di situ, api pun seakan merambah ke permukiman. Alhasil, sebagai masyarakat berupaya memadamkan api secara swadaya.

Sedangkan di daerah kabupaten Banjar, api terlihat membakar lahan petani. Api juga seakan mengancam ribuan hektar konsesi perkebunan kelapa sawit.

Meskipun, Helikopter Bombing milik BNPB itu berjibaku menjinakkan si jago merah di atas langit Bumi Antasari, api pun tak mudah padam.

Mengingat, sebagian lahan terbakar merupakan kawasan hidrologis gambut. Sehingga, setiap upaya pemadaman senantiasa menyisakan kepulan asap yang luar biasa.

Baca Juga: Karhutla di Balangan, Regu Avatar Dikerahkan

Baca Juga: Per Agustus 2019, Intensitas Kebakaran di Banjarmasin Meningkat 3 Kali Lipat

Baca Juga: Jarak Pandang Bandara Turun Jadi 2,5 Km

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gerindra Masuk Kabinet, Jokowi Ingin Demokrasi Gotong Royong
apahabar.com

Nasional

Kapolri Keluarkan Maklumat Guna Tekan Penyebaran Corona
kapolri

Nasional

Resmi, Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Detik-detik Syekh Ali Jaber ditusuk Orang Tak Dikenal Di Masjid Di Bandar Lampung
apahabar.com

Nasional

Ethiopian Airlines Jatuh, Seorang Netizen Pernah Peringatkan tentang Max 8
apahabar.com

Nasional

Delapan Jurus Tangkis Klaster Keluarga Covid-19
Kemenhub

Nasional

Terbukti Turunkan Harga, Kemenhub Terus Buka Trayek Baru Tol Laut
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com