Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Sidang Perdana, Oknum Pengasuh Cabul Ponpes Limpasu Didampingi 2 Istri

- Apahabar.com Kamis, 12 September 2019 - 23:20 WIB

Sidang Perdana, Oknum Pengasuh Cabul Ponpes Limpasu Didampingi 2 Istri

AJM terdakwa kasus pencabulan 9 Santriwati di salah satu Ponpes di Kecamatan Limpasu digiring petugas Kejaksaan usai melakukan sidang perdana di Pengadilan Negri Kelas II Barabai, Kamis pagi. Foto-apahabar.com/Hawari

apahabar.com, BARABAI – Masih ingat kasus pencabulan sembilan santriwati oleh Ahmad Junaidi Mukti atau AJM?

Terbaru, Pengadilan Negeri (PN) Barabai menyidangkan kasus yang menjerat pengasuh sebuah pondok pesantren di Kecamatan Limpasu, Hulu Sungai Tengah (HST) itu, Kamis (12/09) pagi.

Pantauan apahabar.com, AJM tidak sendiri. Pria 61 tahun itu didampingi dua istri dan dua anaknya yang menunggu di luar.

Selama di ruang sidang AJM juga didampingi oleh 3 Kuasa Hukum atau pengacaranya, Nazmaniah Imberani, Taufikurrahman dan Saidina Hamzah.

Diwawancarai media ini, istri terdakwa enggan memberikan komentarnya.

“Kami serahkan semuanya kepada kuasa hukum,” ucap salah seorang istri AJM yang enggan menyebutkan namanya.

Kurang 1 jam persidangan itu digelar di ruang sidang Kartika secara tertutup.

Dipimpin oleh Hakim Ketua, Ziyad, sidang perdana itu diagendakan dengan pembacaan dakwaan oleh Jakasa Penuntut Umum (JPU), Bayu Teguh Setiawan.

Usai sidang itu, sesekali AJM tersenyum sembari berjalan keluar ruang sidang dengan digiring anggota Kejaksaan Negeri HST.

Pihak terdakwa menerima seluruh dakwaan yang dibacakan JPU. Namun kuasa hukumnya optimistis memenangkan persidangan.

Kuasa hukum terdakwa juga mengatakan percaya bahwa kliennya itu benar-benar tidak melakukan seperti apa yang tertera pada surat dakawaan yang dibacakan JPU.

“Kami ingin membantu klien kami untuk mcncari kebenaran yang hakiki melalui penuturan saksi-saksi nantinya,” kata Nazmaniah usai persidangan saat itu.

Pada persidangan saat itu, korban maupun keluarga korban tidak satupun hadir. Oleh karena itu, persidangan terpaksa ditunda hingga Kamis 19 September nanti.

“Nanti akan kami dengar keterangan saksi yang dipanggil secara bertahap. Terlebih, saya mempenanyakan apa kapasitas orang yang melaporkan klien saya. Apakah dia keluarga dari korban atau siapa. itu masih tidak jelas,” tegas Nazmaniah.

Baca Juga: Sidang Perdana, Ortu Korban Pencabulan Limpasu HST Tak Dikabari?

Baca Juga: Aneh, Senpi Laras Panjang Penembak Polisi di Tala Bisa Diisi Bermacam Peluru

Baca Juga: Isyarat Kematian Khairullah, Begal Sapi Penembak Polisi Tala dan Permintaan Maaf Keluarga

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lanjutan Sidang Ratna Sarumpaet Hari Ini, 6 Saksi Akan Dihadirkan
apahabar.com

Nasional

KPU: Quick Count Hanya Referensi Perhitungan Suara
apahabar.com

Nasional

Sulaiman Umar Dorong Pemerintah Biayai LBM Eijkman Untuk Tes Virus Corona dan Pengembangan Vaksin
apahabar.com

Nasional

Mengenal Sejarah, Makna, Berikut Tradisi Cap Go Meh
apahabar.com

Nasional

Kejar Persyaratan BPJS, KARS Lakukan Percepatan Akreditasi Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Sidang Putusan Ketua KPK Firli Bahuri soal Helikopter Mewah Ditunda
apahabar.com

Nasional

Pecinta Lingkungan Ajak Perusahaan Besar Hijaukan Hutan
apahabar.com

Nasional

Ada 1.445 Titik Panas di Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com