apahabar.com
Pemkab Tanbu kedatangan tamu dari Tim Evaluasi Kinerja Stunting Nasional, Rabu (11/09). Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu belum lama ini berhasil meraih predikat sebagai kabupaten dengan penanganan stunting terbaik di Kalsel. Setelah ini, Pemkab Tanah Bumbu menargetkan jadi yang terbaik di tingkat nasional.

“Target kita terbaik di nasional. Atau minimal masuk tiga besar nasional penanganan stunting,” ujar Sekda Rooswandi Salem, saat menerima Tim Evaluasi Kinerja Stunting Nasional di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Rabu, (11/09).

Tim Evaluasi Kinerja Stunting Nasional yang datang ke Tanah Bumbu terdiri dari Sekretariat Negara, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Kesehatan, dan dari Bank Dunia yang masuk dalam tim evaluator kinerja stunting nasional. Tim tersebut datang karena menilai Kabupaten Tanah Bumbu memiliki strategi yang efektif dalam menangani stunting.

Menurut Rooswandi, keberhasilan Tanah Bumbu dalam menangani stunting karena koordinasi yang baik antar SKPD terkait.

Karenanya, Ketua Tim Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Tanah Bumbu itu mengharapkan agar SKPD terkait terus bekerja keras untuk menurunkan dan meminimalkan kasus stunting di Bumi Bersujud.

“Bahkan kalau bisa sampai nol kasus,” kata Rooswandi.

Sebelumnya, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi daerah terbaik dalam hal pencegahan stunting di Kalsel.

Hal itu tercantum dalam keputusan Gubernur Kalsel yang menetapkan hasil penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Kalsel tahun 2019.

Berdasarkan surat gubernur tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu berada di peringkat pertama dengan total skor 36, diikuti Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan skor 35, dan Hulu Sungai Selatan yang hanya meraih skor 22. Kabupaten Tanah Bumbu juga berhasil mendapatkan nilai A dari 13 kriteria penilaian.

Baca Juga: Sejumlah Ruas Jalan Ditutup Jelang Akhir Tahun

Baca Juga: Peringati Hari Pohon, PLN Tanam 1.200 Ribu Mahoni di Kalselteng

Reporter: Puja Mandela
Editor: Syarif